Beranda Advertorial Penggunaan Cat Silver Bagi Kulit Bisa Bikin Kanker, Begini Penjelasan Dokter Kulit...

Penggunaan Cat Silver Bagi Kulit Bisa Bikin Kanker, Begini Penjelasan Dokter Kulit dari RSU Tangsel

TANGSEL – Penggunaan cat silver oleh para pengemis (manusia silver), sesungguhnya sangat berbahaya lantaran bahan dasar yang terkandung dalam cat tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya, belakangan marak para pengemis yang mengecat seluruh tubuhnya berwarna silver. Parahnya lagi, mereka juga mengecat balita dengan cat yang sama demi untuk meraih simpati pengendara.

Soal bahaya cat silver tersebut dijelaskan oleh Dokter kulit dari RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Dokter Bimo Aryo Tejo.

Kata dia, bahan dasar dari cat yang digunakan manusia silver itu Vinil Klorida, bahan untuk membuat pipa, ditambah dasar dari cat itu adalah minyak (bukan air).

“Penggunaan catnya yang tidak pas, karena kan yang dipakai cat untuk sablon atau kain, dimana cat tersebut ada 2 macam, ada yang dasarnya air ada juga yang minyak. Nah kalau tidak salah mereka juga kan memakai minyak tanah atau minyak goreng untuk melarutkannya,” ujar Dokter Bimo di RSU Tangsel, Senin (1/11/2021).

Jika dasarnya minyak, kata Bimo, memang kelebihannya nempel lebih awet dan tahan lama namun menghilangkannya. Kebalikannya, jika dasarnya terkena keringet saja luntur namun tidak berbahaya.

Bimo memaparkan bahaya jangka pendek dan jangka panjang penggunaan cat silver bersasar minyak tersebut.

“Kalau tidak salah mereka (manusia silver) itu ngilanginnya pake sabun deterjen, sabun cuci piring yang bukan digunakan untuk kulit. Padahal deterjen ketika terkena kulit efeknya akan menjadi panas dan mengkerut, menjadikan iritasi. Terus komponen di dalam catnya juga akan membuat alergi. Nah itu efek jangka pendeknya,” tuturnya.

Selanjutnya, kata Bimo, efek jangka panjangnya dia (cat manusia silver) itu meskipun non toxic, tetap saja terkandung pengawet, serta bahan dasarnya adalah bahan dasar untuk membuat pipa (Vinil Klorida), dimana jika cat tersebut digunakan berkali-kali akan menimbulkan kanker.

“Apalagi itu kan prmakainnya menyeluruh sekujur badan, pasti tetap ada penyerapan ke dalam yang akan menimbulkan penyakit jangka panjang. Kecuali pemakaian catnya khusus kulit,” terang Bimo.

Terkait balita yang dicat silver yang viral bebebrala waktu lalu, menurut Bimo hal itu sangat berbahaya sekali. Pasalnya, kulit bayi itu sangat sensitif.

“Bayi kadang kena minyak telon aja panas dan langsung nangis, apalagi terkena cat silver itu yang komponennya sangat berbahaya bagi kulit,” ungkapnya.

“Untuk bahan pengawetnya di dalam cat tersebut adalah formalin atau karsenogenik yah, dimana dapat menyebabkan kanker jika menempel pada kulit dalam jangka panjang,” tutupnya. (ADV)