Beranda Pemerintahan Pengelolaan Pasar Semi Rangkasbitung Akan Diserahkan ke Pihak Ketiga

Pengelolaan Pasar Semi Rangkasbitung Akan Diserahkan ke Pihak Ketiga

Kondisi Pasar Semi Lebak yang pengelolaannya akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. (Mg-Aldo Marantika/Bantennews)

LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak berencana menyerahkan pengelolaan Pasar Semi di Desa Narimbang Mulia, Kecamatan Rangkasbitung, kepada pihak ketiga. Saat ini, sejumlah pengusaha telah mengajukan konsep pengelolaan pasar tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Rully Edward, membenarkan rencana tersebut. Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan proses kerja sama sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pengelolaan Pasar Semi akan dipihakketigakan. Saat ini memang sudah ada pengusaha yang menawarkan konsep pengelolaan Pasar Semi,” kata Rully kepada awak media, Selasa (7/7/2026).

Rully menegaskan, Disperindag akan menjalankan proses kerja sama melalui mekanisme lelang agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Sedang kita proses, tetap harus sesuai peraturan perundang-undangan, kan harus dilelang,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Lebak juga memutuskan mengalihkan anggaran Rp900 juta yang semula diperuntukkan bagi perluasan Pasar Semi. Pemerintah akan menggunakan anggaran tersebut untuk memperbaiki sejumlah pasar dan memasang kamera pengawas (CCTV).

“Sebelumnya dalam APBD 2026 kami mengusulkan Rp900 juta. Anggaran ini akan dialihkan untuk perbaikan pasar-pasar yang ada di Kabupaten Lebak,” katanya.

Menurut Rully, sejumlah pasar saat ini membutuhkan penanganan segera, terutama setelah terjadi kerusakan pada beberapa fasilitas.

“Kemarin ada atap pasar yang ambruk dan saluran drainase yang tidak berfungsi. Itu akan kita perbaiki. Selain perbaikan fisik, kami juga mengusulkan pemasangan CCTV di pasar guna meminimalisir kebocoran PAD,” jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah pedagang Pasar Semi mengeluhkan kondisi pasar yang sudah tidak mampu menampung seluruh pedagang. Akibatnya, banyak pedagang memilih berjualan di luar gedung pasar.

Salah seorang pedagang, Hafid, mengatakan kondisi tersebut berdampak langsung terhadap omzet pedagang yang menempati kios resmi di dalam pasar.

“Asli ngaruh banget, omzet jadi menurun karena dengan adanya pedagang di luar, para pembeli enggak belanja di dalam,” kata Hafid, Senin (6/7/2026).

Baca Juga :  Tradisi Tahunan Jedogan Pindah ke Pasar Kepandean Kota Serang

Hafid menjelaskan, keterbatasan lapak menjadi alasan utama banyak pedagang berjualan di luar area resmi pasar.

“Iya penuh, tapi itu khusus lahan yang kering. Kalau lahan basah tidak dimaksimalkan mengingat kebersihan harus benar-benar terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, banyak pedagang membawa stok barang dalam jumlah besar sehingga satu meja dagangan tidak cukup untuk menampung seluruh barang yang dijual.

“Mereka biasanya dagangannya banyak, sementara mejanya hanya satu, enggak cukup,” pungkasnya.

Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd