LEBAK – Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah menegaskan bahwa pengawasan lapangan menjadi faktor krusial dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar berjalan sesuai tujuan utama, yakni memenuhi kebutuhan gizi siswa secara seimbang dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Merah Putih Berkibar serta pelaksanaan MBG di SMPN 1 Bayah, Jumat (12/12/2025).
Menurut Amir Hamzah, pengawasan tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus dilakukan secara langsung di lapangan agar kualitas pelaksanaan program dapat terkontrol dengan baik.
“Pengawasan lapangan ini sangat penting. Yang ingin saya pastikan adalah menunya dari SPPG. Karena tujuannya adalah makan bergizi gratis, tentu yang harus dijaga adalah nilai gizinya agar benar-benar sesuai,” ujar Wabup Amir.
Ia menjelaskan, pemenuhan gizi siswa tidak hanya diukur dari kuantitas makanan yang diberikan, tetapi juga dari keseimbangan kandungan gizi yang meliputi karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Oleh karena itu, seluruh proses, mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan makanan, hingga penyajian kepada siswa harus mengikuti standar yang telah ditetapkan.
Dalam pengawasan tersebut, Wabup Amir bersama jajaran perangkat daerah dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) menelusuri langsung kondisi dapur SPPG. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kebersihan area dapur, ventilasi dan pencahayaan, sistem penyimpanan bahan makanan, kelayakan peralatan memasak, serta disiplin petugas dalam menerapkan prosedur kerja yang higienis.
Selain memastikan kualitas gizi, pengawasan lapangan juga dilakukan untuk menjamin kesesuaian menu dengan besaran anggaran yang dialokasikan pemerintah. Amir Hamzah menekankan bahwa kualitas gizi harus tetap terjaga tanpa mengabaikan prinsip efisiensi dan akuntabilitas penggunaan anggaran.
“Program ini menyangkut masa depan anak-anak kita. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak terjadi penurunan kualitas, baik dari sisi gizi maupun tata kelola,” tegasnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, menu MBG yang disajikan kepada siswa SMPN 1 Bayah dinilai telah memenuhi standar gizi seimbang dan layak secara pembiayaan. Para siswa menerima menu berupa nasi putih, tumis wortel dan brokoli, bakso ayam, tahu goreng, serta buah anggur.
Wabup Amir berharap, dengan pengawasan lapangan yang konsisten, Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Lebak dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesehatan, konsentrasi belajar, serta kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Tim Redaksi
