Beranda Pemerintahan Pengaruhi Pertanian, Distan Kabupaten Serang Antisipasi Dampak Kemarau Panjang

Pengaruhi Pertanian, Distan Kabupaten Serang Antisipasi Dampak Kemarau Panjang

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana. (Foto: Nindia/Bantennews.co.id)

KAB. SERANG – Memasuki musim kemarau pada dasarian kedua di wilayah Kabupaten Serang pada Mei 2021, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang berusaha menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan pangan di wilayah Kabupaten Serang.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Klas 1 Serang memprediksi musim kemarau di wilayah Kabupaten Serang terjadi pada dasarian kedua di Mei dan puncak musim kemarau di Banten yakni pada Agustus.

Kepala Distan Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana mengatakan meski saat ini wilayah Kabupaten Serang masih memasuki kemarau basah, pihaknya telah melakukan antisipasi dampak musim kemarau dengan memberikan bantuan benih padi unggul dan melakukan masa percepatan tanam.

“Sekarang kita sudah memberikan bantuan benih dengan menyiapkannya untuk 20 sampai 30 ribu hektare yang datang dari pusat dan provinsi untuk mengejar musim tanam sekarang. Mudah-mudahan masih kekejar di bulan Mei dan awal Juli,” ujarnya, Rabu (19/5/2021).

Jenis benih padi unggul yang diberikan adalah Ciherang, Inpari 42. Kemudian, untuk di lahan kering yaitu Inbrida Padi Gogo (Inpago) dan Situ Bagendit.

Adapun target produksi gabah kering giling pada tahun 2021 adalah sebesar 530 ribu ton.

“Kalau target produksi tahun ini 530 ribu ton untuk gabah kering giling yang panen dari Januari sampai Desember. Sampai sekarang kita sudah hampir mencapai 300 ribu ton, sedikit lagi,” katanya.

Dengan penggunaan benih unggul dan percepatan masa tanam, diharapkan dapat meningkatkan produksi gabah per hektarenya.

“Kalau luasan tanam cenderung sama dari tahun ke tahun tapi yang ditingkatkan produktivitas per hektarenya. Tahun lalu 5,7 ton per hektare, sekarang diupayakan 6 ton per hektarenya,” lanjutnya.

Terkait produksi pangan di Kabupaten Serang, Zaldi mengatakan hingga saat ini masih tercukupi.

“Kalau surplus itu kita diangka 300 ribu ton sudah surplus kalau melihat jumlah penduduk seribu lima ratusan. Tapi kalau sekarang kita sampai 500 ribu lebih itu surplusnya bisa 100 ribu ton beras per tahun. Jadi sisi produksi insya Allah aman dan keseluruhan luas tanah yang sudah ditanami sampai September sekitar 92 ribu hektare,” kata Zaldi.

(Nin/Red)