Beranda Pemerintahan Pengangguran Tinggi, Pemprov Banten Minta Pelaku Industri Serap Tenaga Kerja Lokal

Pengangguran Tinggi, Pemprov Banten Minta Pelaku Industri Serap Tenaga Kerja Lokal

89
0
Ilustrasi - foto istimewa tribunnews.com

CILEGON – Asda I Pemprov Banten, Anwar Mas’ud meminta kepada pelaku industri di Banten agar menyerap tenaga kerja lokal. Itu dilakukan guna menekan angka pengangguran di provinsi pecahan Jawa Barat tersebut yang terbilang tinggi.

Diketahui Banten menduduki peringkat kedua angka pengangguran tertinggi di Indonesia. Padahal, 14 ribu industri ada di provinsi itu.

Dilihat dari komposisi pendidikan para pencari kerja, ternyata didominasi oleh pencari kerja dengan latar belakang pendidikan rendah setingkat SMP ke bawah. Mereka, harus bersaing dengan pencari kerja dari lulusan SMA dan setingkat sarjana.

“Kami sangat mengharapkan dukungan Kementerian Perindustrian agar mendorong meningkatkan sumber daya manusia dan menekan pengangguran di Provinsi Banten, karena memang angka pengangguran terbuka di Banten cukup tinggi,” ujar Anwar saat menyampaikan sambutan pada acara Opening Ceremony 2018 PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) di Kota Cilegon, Selasa (7/8/2018).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada Februari 2018 jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 5,62 juta orang. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 7,77 persen nomor 2 tertinggi se-Indonesia. Untuk para pencari kerja lulusan SMP, menempati posisi tertinggi dibandingkan dengan jenjang pendidikan lain yaitu 12,02 persen.

“Dilihat dari jenjang pendidikan, lulusan SMP paling banyak yang berstatus sebagai pencari kerja (12,02 persen). Kondisi ini berbeda dari tahun sebelumnya di mana pencari kerja terbanyak adalah lulusan SMK,” kata Kepala BPS Banten, Agoes Soebeno seperti dilansir detik.com belum lama ini.

Ia mengatakan, para pencari kerja lulusan perguruan tinggi lebih mudah terserap di pasar kerja. Hanya 2,97 persen lulusan Diploma dan 3,67 persen lulusan sarjana yang menganggur. Lulusan SD ke bawah juga banyak terserap tapi umumnya mereka pekerja informal dan bukan new entry.

Di Banten khususnya di kawasan industri Serang Timur, para pencari kerja ini harus bersaing dengan para pendatang yang juga para pencari kerja. Angka penganguran yang tinggi bertentangan dengan jumlah industri yang banyak ini disebut Gubernur Wahidin Halim sebagai paradoks. (Man/Red)

loading...