Beranda Bisnis Pengangguran di Tangsel Capai 40 Ribu, Airin: Disnaker Harus Evaluasi Lapangan Kerja

Pengangguran di Tangsel Capai 40 Ribu, Airin: Disnaker Harus Evaluasi Lapangan Kerja

314
0
Pengunjung memadati acara Bursa Kerja (Job Fair) di kawasan BSD, Kecamatan Serpong, (Ihya/bantennews)

TANGSEL – Kota Tangerang Selatan yang menjadi kota satelit perbatasan DKI Jakarta dipastikan akan terkena imbas urbanisasi masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia yang berniat mengadu nasib dan mencari kerja di kota berjuluk Cerdas Modern Religius (CMORE) itu.

Bedasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Tangsel meningkat tajam, yaitu 40 ribu warga. Angka tersebut salah satu penyumbang Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten menjadi yang tertinggi se-Indonesia dengan 496,73 ribu orang.

Menanggapi permasalahan itu, Walikota Tangsel Airin Rachmy Diany mengungkapkan bahwa Dinas Ketenagakerjaan Tangsel agar mengevaluasi kegiatan fasilitasi lapangan pekerjaan.

“Saat ini ada sekitar 40 ribu warga Tangsel yang masih menganggur. Bila program bursa kerja efektif maka angka pengangguran di Tangsel bisa terus ditekan,” ujar Airin saat membuka acara Bursa Kerja (Job Fair) di kawasan BSD, Kecamatan Serpong, Rabu (10/7/2019).

Airin mengatakan, acara yang diikuti oleh 53 perusahaan ini menyediakan belasan ribu kursi lowongan pekerjaan. Bursa kerja sangat bermanfaat mempertemukan para pencari kerja dan perusahaan yang menyediakan lapangan pekerjaan.

“Jika lowongan 12.743 ini akan terisi oleh warga Tangsel maka akan mengurangi pengangguran. Job Fair Tangsel ini makanya diharapkan menjadi media para pencari kerja dan perusahaan yang menyediakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

“Bagi para pencari kerja agar mendapatkan tenaga kerja yang profesional dan bagi para pengusaha juga diharapkan bisa terus berinvestasi di Kota Tangsel. Sehingga di Tangsel dapat menyerap tenaga kerja dan dapat mengurangi angka pengangguran juga mengurangi kemiskinan,” tutup Airin. (Ihy/Red)