Beranda Pemerintahan Pengangguran di Banten Meningkat, WH: Lulusan SMK Tidak Sesuai Kebutuhan Kerja

Pengangguran di Banten Meningkat, WH: Lulusan SMK Tidak Sesuai Kebutuhan Kerja

Gubernur Banten Wahidin Halim saat memberikan keterangan kepada awak media - (Iyus/BantenNews.co.id)

SERANG – Pengangguran di Banten kembali mengalami peningkatan 10,64 persen atau sebanyak 661 ribu orang. Berdasarkan data Badan PUsat Statistik (BPS) Banten, angka tersebut naik 2,53 persen poin atau bertambah sebanyak 171 ribu orang dimana angka pengangguran didominasi oleh lulusan SMK.

Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) mengatakan, naiknya angka pengangguran karena kurangnya link and match antara dunia pendidikan dengan dunia industri.

“Lulusan SMK yang tidak sesuai dengan kebutuhan kerja, unskill (tidak mempunyai kemampuan). Ketidakmampuan mereka karena ada jurusan yang tdiak diperlukan industri, kaya kimia (pabrik) Candra Asri butuh banyak, tapi output dari pendidikan terbatas,”  kata WH, Senin (9/11/2020).

Ke depan, lanjut WH, dirinya telah mengintruksikan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten untuk segera mengumpulkan data untuk dijadikan sebagai program studi untuk memenuhi kebutuhan industri.

“Kita akan buat seminar supaya ada kajian jurusan, mana yang tidak link and match, Disnaker lagi ngumpulin agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri. Dan kita dapat informasi awal harus ada perubahan program studi,” katanya.

WH juga menyayangkan masih adanya industri yang tidak terbuka. “Ada yang tidak terbuka, jadi kita ngga tahu kebutuhannya berapa. Ini harus kita ingatkan,” katanya.

Terkait rilis BPS, WH menilai, angka yang disajikan merupakan total dari delapan kabupaten/kota.

“Kalau bicara pengangguran bukan gubernur saja. Ini agregasi dari pengangguran di kabupaten/kota. Makin banyak pengangguran di kabupaten/kota makin besar presentasenya di provinsi. Apalagi ekenomi ini sekarang lagi jatuh, ke bawahnya juga jatuh,” ujarnya.

(Mir/Red)