Beranda Hukum Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019, Polda Banten Kerahkan 1.538 Personel

Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019, Polda Banten Kerahkan 1.538 Personel

Wakapolda Banten Kombes. Pol Tomex Kurniawan

SERANG – Wakapolda Banten Kombes. Pol Tomex Kurniawan mengatakan pihaknya sebanyak 1.538 personel dikerahkan dalam Operasi Lilin kalimaya untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019.

Pihaknya juga akan dibantu TNI serta stakeholder lainnya. Operasi Lilin akan mulai 21 Desember sampa 2 Januari 2019.

“Kami sudah serius dan sepaham bahwa beberapa permasalahan yang harus diantisipasi yaitu kaitan pengamanan tempat ibadah, rute dan lokasi wisata pada saat tahun baru. Sebab mengingat daerah kita daerah pariwisata jadi masyarakat luar atau lokal perlu kami amankan secara maksimal,” ujarnya usai Rapar Koordinasi Eksternal Operasi Lilin Kalimaya di Aula Serbaguna Mapolda Banten, Jalan Syeh Nawawi Al Bantani, Kota Serang, (12/12/2018).

Ia menjelaskan dalam pengaman Natal dan Tahun Baru 2019 sedikit berbeda dari pengamanan Idul Fitri dan hari besar lainnya. Pihaknya sudah punya SOP sendiri dalam pengamanan natal dan tahun baru.

“Intinya kami harus maksimal dalam memberikan pengamanan dan pelayanan pada masyarakat,” terangnya.

Dikatakan Wakapolda, untuk pengamanan di Merak dan daerah sekitarnya pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) untuk dapat mengantisipasi lonjakan wisatawan dan warga yang melakukan penyeberangan.

“Sekarang sudah ada tujuh armada kapal di ASDP yang sudah dioperasionalkan dan terutama penyebrangan di Merak. Kecuali dermaga 4 yang lagi ditinjau untuk penggunaanya,”ucapnya.

Kemudian, pihaknya juga sudah berkoordonasi dengan BPBD dalam melakukan mitigasi bencana. Segala sesuatunya harus dipersiapkan sedini mungkin jika terjadi bencana dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019.

“Yang harus dievaluasi dari tahun kemarin yaitu jalan yang masih rusak, kemudian masa perbaikan jalan yang belum selesai, jembatan yang rusak, sistem keamanan juga masih harus ditingkatkan terutama masyarakat yang berlibur di pantai agar tidak ada lagi korban saat berlibur. Dan itu menggangu perjalanan, semua itu harus diantisipasi agar masyarakat nyaman. Makannya kami juga sudah intruksikan kepada Ditpolairud Banten dan teman teman Basarnas untuk memantau itu,” ujarnya.

Berdasarkan skala prirotas pihaknya juga menyiapkan 30 pos pengaman dan 6 pos pelayanan. Pos pengamanan fokus pada jalur-jalur wisata dan pos pelayanan ini menyajikan informasi yang bekerja sama dengan stake holder lainnya.

“Tadi juga Pertamina sudah menyampaikan bahwa kebutuhan stok BBM supaya sedini mungkin bisa diantisipasi terutama pada lokasi yang ramai wisatawan,” katanya. (Dhe/Red)