Beranda Pemerintahan Pendidikan Inklusi Masih Minim Fasilitas, Andra Soni Janji Perluas Akses Sekolah di...

Pendidikan Inklusi Masih Minim Fasilitas, Andra Soni Janji Perluas Akses Sekolah di Banten

Gubernur Banten Andra Soni hadir di tengah pagelaran wayang DMA Jaya Plus Montassori Tangsel. (Istimewa)

TANGSEL — Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan komitmen membuka akses pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah. Pernyataan itu muncul di tengah fakta bahwa sebagian lembaga pendidikan, termasuk sekolah inklusi, masih bertahan dengan fasilitas terbatas.

Andra menyampaikan hal itu saat menghadiri pagelaran wayang siswa SMA Jaya Plus Montessori dan PKBM Malachi 456 di Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Jumat (17/4/2026). Ia menyoroti semangat belajar siswa meski kegiatan sekolah berlangsung di bangunan ruko.

“Saya lihat semangat anak-anak kuat, meski sekolah masih di ruko,” ujarnya.

Ia menegaskan, setiap anak memiliki potensi yang harus difasilitasi negara. Namun, akses pendidikan yang merata masih menjadi pekerjaan rumah, terutama bagi anak berkebutuhan khusus dan pendidikan alternatif.

“Masih banyak orang tua kesulitan mencari sekolah yang sesuai kebutuhan anaknya. Ini yang harus dijawab,” kata Andra.

Pemprov Banten, lanjutnya, mengandalkan kolaborasi lintas pihak untuk memperluas akses pendidikan, termasuk mengoptimalkan peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai jalur alternatif.

Ia juga memaparkan program sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta yang kini menggandeng 801 sekolah dengan lebih dari 60 ribu siswa. Dari jumlah itu, seribu lebih merupakan siswa berkebutuhan khusus.

Namun, perluasan akses dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan kualitas dan pemerataan fasilitas. Sejumlah sekolah masih beroperasi dengan sarana terbatas, meski tetap dituntut menjaga mutu pendidikan.

Kepala SMA Jaya Plus Montessori, Anastasia Maria, mengakui sekolahnya tetap mengikuti program sekolah gratis meski telah berakreditasi A. Ia memastikan kualitas pendidikan tetap dijaga melalui inovasi pembelajaran

Salah satunya melalui program magang dua pekan di perguruan tinggi untuk membekali siswa menghadapi dunia kampus. Selain itu, siswa juga aktif mengembangkan kreativitas, termasuk menggelar pertunjukan wayang sebagai bagian dari metode belajar.

Baca Juga :  Hobi Ngitung dan Bercita-cita Jadi Sarjana? Ini Kampus Jurusan Matematika Terbaik di Banten

“Kami tetap menjaga kualitas. Anak-anak juga kami dorong aktif dan kreatif, termasuk lewat pagelaran seperti ini,” ujarnya.

Pagelaran wayang yang mengangkat cerita rakyat seperti Timun Mas hingga Malin Kundang menjadi contoh pendekatan pembelajaran kreatif di tengah keterbatasan fasilitas.

Tim Redaksi