Beranda Peristiwa Penderita HIV Meningkat di Banten, Masyarakat Diminta Tak Segan Periksa ke Dokter

Penderita HIV Meningkat di Banten, Masyarakat Diminta Tak Segan Periksa ke Dokter

Ilustrasi - foto istimewa Merdeka.com

TANGERANG – Jumlah penderita human immunodeficiency virus (HIV) di Banten terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun belakangan.

Namun di sisi lain, jumlah Acquired Immune Deficiency Syndrome (Aids) menurun.

Koordinator Program Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Banten, Jordan Jempormase, menjelaskan, HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh.





Sedangkan Aids itu merupakan kondisi, atau fase selanjutnya dari HIV, yang sudah dipenuhi berbagai penyakit.

“Kalau Aids itu bukan penyakitnya, jadi dia kumpulan berbagai penyakit,” jelas Jordan kepada awak media, pada sebuah diskusi dengan Jaringan Indonesia Positif (JIP), di bilangan Jalan Juanda, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (8/12/2018).

Di Banten, jumlah orang dengan HIV dan Aids (Odha), tinggi, jika diakumulasi sejak tahun 1998 ketika HIV muncul di Banten, sampai Oktober 2018, terdapat 6.108 Odha, dengan rincian 4.099 HIV dan 2019 Aids.

Sekretaris KPA, Encep Mukardi, menambahkan, pada tahun 2015, jumlah orang yang terpapar HIV di Bantensebanyak 322, satu tahun berikutnya, jumlahnya meningkat menjadi 529 orang.

“Yang 2017, naik jadi 632. Yang 2018 sampai Oktober 265. Meningkat walaupun 2018 belum selesai,” ujar Encep dikutip dari TribunJakarta.com.

“Kalau untuk yang Aids, 2015, 265. Kemudian 2016 192, 2017 197, jadi ada menurun sedikit. 2018 92 baru,” tambahnya.

Namun demikian, Encep mengatakan, angka jumlah Orang Dengan HIV dan Aids (Odha) diperkirakan jauh dari data tersebut.

Hal itu karena, masih banyak Odha yang enggan membuka diri dan melakukan tes darah ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Umumnya, Odha akan menjalani terapi minum obat Antiretroviral (ARV) terus menerus, untuk mengendalikan virusnya agar tidak semakin parah.

“Kalau dari perkiraan dari nasional, di Bantenini ada 16.403, perkiraan semua total yang positif HIVAids. Karena untuk diketrahui kan harus tes darah,” ujar Encep.

Sekretaris Daerah Jaringan Indonesia Positif (JIP) Banten, Irwanto, mengimbau, agar orang-orang yang merasa terjangkit HIV, segera memeriksanya ke dokter.

Selain mendapatkan perawatan medis. Data yang terdeteksi pun akan memudahkan penolongan jika terjadi sesuatu.

“Kalau dia mengucilkan diri, dia terkena masalah, kita enggak bisa bantu,” ujar Irwanto. (Red)