CILEGON — Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memprioritaskan mahasiswa kurang mampu dan berprestasi dalam seleksi Beasiswa Juare 2026. Saat ini, Pemkot Cilegon masuk tahap nominasi dan verifikasi faktual calon penerima.
Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Cilegon, Rahmatullah mengatakan, kondisi ekonomi dan prestasi menjadi pertimbangan utama dalam menentukan penerima beasiswa.
“Yang kurang mampu diprioritaskan, terlebih yang kurang mampunya memiliki prestasi,” kata Rahmatullah, Kamis (8/10/2026).
Pemkot Cilegon mensyaratkan pendaftar masuk kategori desil 1-5 dalam data kesejahteraan. Namun, pendaftar yang masuk desil 6-10 masih memiliki peluang menerima beasiswa jika hasil verifikasi menunjukkan kondisi ekonomi sebenarnya masuk kelompok prioritas.
“Verifikasi faktual hanya untuk yang desil 6-10, khawatir kondisi realnya harusnya masuk desil 1-5, memastikan,” ujarnya.
Dari data pendaftaran tahun ini, mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mendominasi jumlah pendaftar. Jumlahnya mencapai sekitar 600 orang.
Setelah Untirta, pendaftar terbanyak berasal dari Universitas Al-Khairiyah dan Institut Al-Khairiyah.
“Paling banyak Untirta, mendominasi sekitaran 600. Kampus swasta agak sedikit, paling banyak UNIVAL dan Instal, sekitar 400-an,” kata Rahmatullah.
Pemkot Cilegon menyediakan 763 kuota penerima Beasiswa Juare pada 2026. Program pendidikan tersebut mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar dari APBD Kota Cilegon.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
