TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum maupun Badan Narkotika Nasional (BNN). Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga dan sekolah, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang, Sachrudin, saat menghadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Gedung Seni Budaya Modernland, Jumat (10/7/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045.”
Dalam sambutannya, Sachrudin menilai penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius yang dapat merusak kualitas sumber daya manusia. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem pencegahan yang berkelanjutan.
Menurutnya, keluarga memiliki peran paling penting sebagai benteng pertama dalam melindungi anak dari penyalahgunaan narkoba. Selain itu, sekolah, pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat juga harus mengambil bagian dalam membangun kesadaran bersama.
“Perang melawan narkoba harus menjadi gerakan bersama. Ancaman narkoba bukan hanya merusak masa depan generasi muda, tetapi juga melemahkan ketahanan keluarga dan menghambat pembangunan bangsa,” ujar Sachrudin.
Ia menilai tema HANI tahun ini menjadi pengingat bahwa cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai apabila generasi muda tumbuh sehat, cerdas, tangguh, serta memiliki karakter yang kuat.
Sachrudin menegaskan pendekatan pencegahan harus lebih diutamakan dibanding penanganan setelah seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
“Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Ketika seseorang sudah menjadi korban narkoba, proses pemulihannya tentu tidak mudah. Karena itu pencegahan harus menjadi prioritas bersama,” katanya.
Pemerintah Kota Tangerang, lanjut Sachrudin, akan terus memperkuat sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, Pramuka, organisasi kepemudaan, hingga media untuk memperluas edukasi mengenai bahaya narkoba kepada masyarakat.
Ia berharap kolaborasi tersebut mampu membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap upaya pencegahan sekaligus mempersempit ruang peredaran gelap narkotika.
Di hadapan para pemuda yang hadir, Sachrudin juga mengajak generasi muda memanfaatkan masa produktif dengan kegiatan yang positif, meningkatkan prestasi, serta mengembangkan kemampuan diri agar tidak mudah terpengaruh penyalahgunaan narkoba.
“Jangan pernah biarkan narkoba merenggut cita-cita masa depan. Kalian adalah harapan Kota Tangerang sekaligus masa depan bangsa. Jadilah generasi yang sehat, berintegritas, berdaya saing dan berakhlak mulia,” pesannya.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol. Budi Sajidin mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tangerang dalam memperkuat program pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, BNN saat ini menjalankan dua program unggulan, yakni Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di lingkungan pendidikan serta Gerakan Ananda Bersinar yang bertujuan menanamkan nilai-nilai anti narkoba sejak usia dini.
Ia mengatakan keberhasilan mewujudkan Kota Tangerang Bersinar (Bersih dari Narkoba) sangat bergantung pada sinergi pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, media, dunia pendidikan dan masyarakat.
“Dukungan Pemerintah Kota Tangerang sangat luar biasa. Mudah-mudahan cita-cita mewujudkan Kota Tangerang Bersinar dapat terus kita wujudkan bersama,” ujar Budi.
Peringatan HANI 2026 di Kota Tangerang menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan nasional melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui pendekatan edukasi, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan peran masyarakat dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.
Tim Redaksi
