PANDEGLANG – Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda memasuki hari ketiga, Rabu (10/9/2026). Tim SAR gabungan telah menyisir enam sektor dengan mengerahkan 11 alat utama sistem pencarian dan pertolongan.
Hasil pencarian hingga Rabu malam belum menemukan keberadaan delapan orang yang berada di dalam speedboat tersebut. Namun, tim SAR menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan korban, yakni life jacket atau rompi pelampung dan pelampung botol.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten Al Amrad mengatakan, pencarian hari ketiga dibagi menjadi enam sektor dengan luas area pencarian yang berbeda. Sebanyak 11 alut dikerahkan untuk menyisir wilayah perairan maupun pesisir di sekitar Selat Sunda.
“Operasi hari ketiga ini kami bagi menjadi enam sektor dengan 11 alut yang digunakan untuk melakukan pencarian,” ujar Al Armad dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu malam.
Menurut dia, seluruh alut yang bergerak di lapangan terus dipantau melalui sistem komunikasi dan pelaporan posisi. Tim juga melakukan pemantauan terhadap kapal-kapal yang melintas di sekitar wilayah pencarian.
Pada Sektor 1, tim mengerahkan KN Basudewa dari Kantor SAR Lampung untuk menyisir area seluas sekitar 469 nautical mile. Selain melakukan pencarian melalui jalur laut, petugas juga melakukan penyisiran melalui darat serta meminta informasi dari masyarakat di wilayah pesisir Lampung.
Sementara di Sektor 2 dengan luas sekitar 430 nautical mile, pencarian dilakukan menggunakan sejumlah kapal dari Dermaga Pelindo dan Indah Kiat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau, termasuk wilayah sebelah barat GAK.
Untuk Sektor 3 yang memiliki luas sekitar 494 nautical mile, tim mengerahkan KN SAR dan unsur TNI Angkatan Laut. Penyisiran dilakukan dari perairan sekitar Ciwandan menuju kawasan barat hingga barat daya GAK.
Pencarian juga diperluas ke sejumlah pulau di sekitar Selat Sunda. Pada Sektor 5, tim melakukan penyisiran di sekitar Pulau Rakata, Pulau Panjang hingga kembali menuju kawasan Ujung Kulon. Tim juga mendapat bantuan dua perahu nelayan yang ikut melakukan pencarian.
Sedangkan di Sektor 6, pencarian dilakukan di wilayah tenggara GAK hingga sekitar perairan Anyer. Dari sektor inilah tim menemukan sejumlah benda yang menjadi petunjuk baru dalam operasi pencarian.
“Dari hasil pencarian, yang kita temukan ada life jacket dan pelampung botol,” kata Al Armad.
Benda-benda tersebut kemudian dibawa menuju Dermaga Ciwandan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim SAR.
Meski telah menemukan benda yang diduga berkaitan dengan speedboat, hingga Rabu malam tim SAR belum dapat memastikan apakah benda tersebut digunakan oleh delapan orang yang hilang kontak.
Al Armad menegaskan, operasi pencarian akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh unsur yang terlibat. Tim masih melakukan evaluasi terhadap hasil pencarian hari ketiga untuk menentukan strategi operasi berikutnya.
Lima jurnalis dan tiga kru speedboat sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat berada di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau ketika hendak melakukan peliputan aktivitas gunung api tersebut.
Operasi pencarian melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, serta unsur lainnya. Wilayah pencarian terus diperluas dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, serta kemungkinan pergerakan speedboat dari titik terakhir diketahui.
Tim Redaksi
