Beranda Kesehatan Penanganan Stunting di 13 Kecamatan Kota Tangerang Dimasifkan

Penanganan Stunting di 13 Kecamatan Kota Tangerang Dimasifkan

Penanganan stunting di 13 kecamatan Kota Tangerang

TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang berupaya menekan angka stunting. Saat ini, Dinkes tengah memasifkan penanganan stunting di 13 kecamatan.

Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni menyebut, Pemkot Tangerang tengah menggelar rembuk stunting sebagai langkah evaluasi besar-besaran.

“Kenaikan angka stunting ini hampir terjadi di seluruh wilayah di Indonesia. Di Provinsi Banten saja, ada lima kota kabupaten yang mengalami peningkatan, termasuk Kota Tangerang. Saat ini, sederet program penanganan stunting akan terus dan lebih dimasifkan di 13 kecamatan di Kota Tangerang,” papar dr. Dini, Minggu (12/5/2024).

Ia pun menjelaskan, ada hampir 20 layanan atau program kesehatan yang disajikan untuk penanganan stunting di Kota Tangerang. Namun, hal ini memang membutuhkan kerja sama atau kolaborasi yang kuat dari seluruh pihak terkait.

“Sederet program akan kami lanjutkan dan kami perkuat, untuk menuntaskan kasus stunting di Kota Tangerang,” tegas dr. Dini.

Untuk mendukung percepatan penurunan stunting, berikut sederet inovasi yang dilakukan Kota Tangerang:

1. Yuk Jaim (Yuk Jadi Remaja Anti Anemia) dan AKSI bergizi untuk remaja

2. Kader Srikandi (Sedari Dini Kawal Ibu Hamil dan Balita)

3. Babar Bahagia (Bayi dan Ibu Cageur, Bawa Akta Kelahiran, Kartu Keluarga dan Kartu Indonesia Sehat)

4. Laksa Gurih (Tatalaksana Gizi Buruk agar Segera pulih)

5. Simkesda (Sistem Informasi Kesehatan Daerah), berisi laporan imunisasi balita.

6. Cageur Jasa (Colaborasi Kunjungan Rumah Terintegrasi Keluarga Sehat)

7. Kader Asmara TBC (Aksi Skrining Mandiri TBC Berbasis Masyarakat)

8. Sekoper Semangat (Sistem Elektronik Penilaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rumah Tangga)

9. Kader Kesling CERIA (Cek Rumah dan Lingkungan Kita) dengan Aplikasi SICERIA (Sistem Informasi Cek Rumah dan Lingkungan Kita)

10. Si Kasep (Aplikasi Kursus Higiene Sanitasi dan Keamanan Pangan)

11. Kurbakala PAUD (Ukur Berat dan Tinggi Badan secara Berkala)

12. P2L (Perkarangan Pangan Lestari) untuk keluarga Balita Stunting

13. Bantuan Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman) untuk balita stunting

14. Bantuan BKB Kit Stunting

15. Peningkatan akses air minum dan sanitasi

16. Pelatihan pencegahan stunting bagi remaja dan calon pengantin

17. Pemeriksaan kesehatan calon pengantin.

Diketahui, angka prevalensi stunting di Kota Tangerang tengah mengalami peningkatan dari 11,8 persen menjadi 17,6 persen.

(Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News