Beranda Pendidikan Pemprov Minta Ponpes di Banten Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan

Pemprov Minta Ponpes di Banten Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan

384
0
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Daerah (Asda) I Setda Pemprov Banten, Samsir

SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meminta pengelola pondok pesantren (Ponpes) di Banten disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Diketahui, dari 4.000 Ponpes di Banten, 500 di antaranya siap kembali membuka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Daerah (Asda) I Setda Pemprov Banten, Samsir menilai, pengelola ponpes akan kesulitan mengendalikan santri-santri untuk melakukan protokol kesehatan. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau pengelola ponpes untuk senantiasa mendisiplinkan santrinya.

“Setiap detik, setiap menit mereka akan selalu berinteraksi, jadi sulit untuk mengendalikan. Intinya bisa mendisiplinkan (santri) dengan menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan pakai masker,” kata Samsir, Senin (22/6/2020).





Terkait mekenisme pembukaan pesantren, Samsir mengaku, pihaknya masih menunggu hasil pembahasan yang dilakukan oleh Kementerian Agama.

“Yah yang dibahas seperti kalau setelah mereka masuk bagaiamana, termasuk dalam hal penerimaan tamu. Itu nanti ada protokolnya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) menyatakan sebanyak 500 Ponpes siap membuka kembali KBM. Hal itu dikarenakan, ratusan ponpes tersebut mempunyai tempat karantina. Diketahui, dari 4.000 ponpes hanya 500 yang memenuhi syarat.

“Dari 4.000 (Ponpes) hanya 500 yang memenuhi syarat (dibuka kembali), karena mempunyai bangunan untuk tempat karantina,” ujar WH melalui rilis, Senin (15/6/2020).

Dijelaskan WH, 40 persen santri yang belajar di ponpes berasal dari zona merah. Sehingga, santri tersebut akan melakukan tahapan pemeriksaan rapid test sebelum masuk kembali.

“Sudah dirumuskan protokol kesehatan untuk diterapkan dan dijalankan oleh pondok pesantren. Kita siapkan 20 ribu rapid test untuk santri,” jelasnya.

(Tra/Mir/Red)