SERANG – Proyek pengembangan sport center di Banten Internasional Stadium (BIS) diusulkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Usulan itu sudah disampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Pengusulan itu menjadi prioritas Gubernur Banten Andra Soni agar mendorong percepatan pembangunan kawasan terpadu olahraga sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan BIS yang telah berdiri sejak 2022.
“Ke depan, Pak Gubernur akan memprioritaskan kembali dan ini sedang didorong menjadi PSN daerah,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan, Senin (17/11/2025).
Arlan menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait persiapan dan pemenuhan persyaratan pengusulan PSN.
“Semoga dengan dukungan Kemendagri persyaratan ke Bappenas dapat terpenuhi untuk menjadikan kawasan sport center sebagai PSN,” ujarnya.
Selain sebagai pusat kegiatan olahraga, Arlan menilai penetapan kawasan sport center sebagai PSN berpotensi memberi dampak ekonomi signifikan bagi Banten, terutama melalui penyediaan lapangan pekerjaan.
“Ini akan menggerakkan sistem perekonomian, kemudian menyerap tenaga kerja sekitar 1.000 orang dan dapat mengurangi angka kemiskinan hingga 0,1 persen,” katanya.
Diketahui, pembangunan BIS sendiri dimulai pada 2019 dan diresmikan pada 9 Mei 2022. Stadion berkapasitas 30 ribu penonton itu menelan biaya Rp874 miliar.
Pada 2025, Pemprov Banten melanjutkan penataan kawasan BIS melalui pembangunan akses jalan, pagar, dan area parkir dengan anggaran Rp14,5 miliar. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025.
“Untuk akses jalan masuk keluar kita buat kemudian pagar dan parkir,” kata Arlan.
Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
