SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperluas Program Sekolah Gratis pada 2026 dengan menyasar Madrasah Aliyah (MA) swasta yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Pemprov menyiapkan kuota bagi sekitar 10.000 siswa untuk mengikuti program tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin menjelaskan, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Banten akan menentukan daftar MA swasta yang bergabung dalam program tersebut.
Saat ini, Dindikbud Banten dan Kanwil Kemenag masih melakukan pendataan sehingga pemerintah belum menetapkan jumlah madrasah yang akan terlibat.
“Setiap kabupaten dan kota memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, kami menyerahkan penentuan nama-nama sekolah kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Banten,” ujar Jamaluddin, Kamis (4/6/2026).
Jamaluddin menegaskan, skema MA gratis akan mengikuti pola yang sudah diterapkan pada SMA, SMK, dan SKH swasta mitra Pemprov Banten. Pemerintah akan memprioritaskan siswa yang berasal dari keluarga desil satu hingga desil lima atau kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Menurutnya, faktor ekonomi menjadi dasar utama penerimaan peserta program.
“Kalau kuota sekolah 100 siswa tetapi pendaftar mencapai 120 orang, maka kami prioritaskan siswa dari keluarga tidak mampu. Jika masih tersedia kursi, sekolah bisa menerima seluruh pendaftar tanpa seleksi tambahan,” katanya.
Pemprov Banten juga melarang seluruh sekolah yang mengikuti program sekolah gratis memungut biaya pendidikan dalam bentuk apa pun.
Sekolah wajib menggratiskan uang pangkal, SPP, biaya ujian, rapor, ijazah, hingga kebutuhan administrasi lainnya yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar.
“Ketika sekolah bekerja sama dengan Pemprov Banten, mereka harus menggratiskan seluruh biaya pendidikan. Ketentuan itu akan kami tuangkan dalam Peraturan Gubernur,” tegas Jamaluddin.
Program ini menjadi langkah lanjutan Pemprov Banten dalam memperluas akses pendidikan gratis sekaligus menekan angka putus sekolah di tingkat menengah atas.
Sementara, Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, perluasan program ini bertujuan memperluas akses pendidikan gratis bagi masyarakat, khususnya siswa dari keluarga kurang mampu.
“Tahun ini program sekolah gratis kami kembangkan untuk MA swasta dengan kuota sekitar 10 ribu siswa untuk kelas satu, dua, dan tiga,” kata Andra.
Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
