Beranda Pemerintahan Pemprov Banten Harus Punya Komitmen Berantas Narkoba

Pemprov Banten Harus Punya Komitmen Berantas Narkoba

85
0
Ilustrasi - foto istimewa kabar7.com

SERANG – Pernyataan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten Brigjen Pol Nurochman yang menyatakan bahwa Pemprov Banten kurang komitmen khusus dalam pemberantasan narkoba didukung Ketua Yayasan Generasi Indonesia Emas (YGIE) Aryo Maulana.

Kata dia, Pemprov Banten harus punya keinginan kuat memberantas peredaran obat terlarang ini.

Hal itu terkait ditemukannya pabrik narkoba di Tangerang dan Anyer, serta pabrik paracetamol, caffeine, dan carisoprodol (PCC) di Rangkasbitung.

Menurut Aryo, wilayah Banten terutama pantai pesisir dinilai sangat rawan dan dijadikan tempat untuk transaksi narkoba internasonal. Transaksi narkoba di tengah laut merupakan strategi baru para pelaku bisnis narkoba.

”Peredaran narkoba di Provinsi Banten dari tahun ke tahun meningkat karena lokasinya sangat strategis dan terdapat pantai pesisir yang luas. Pantai pesisir Banten rawan dijadikan jalur penyelundupan narkoba jaringan internasional untuk masuk ke Pulau Jawa. Alasannya, pengamanan petugas patroli laut tidak begitu ketat di kawasan ini,” ujar Aryo yang merupakan pegiat antinarkoba ini dilansir beritasatu.com.

Aryo mengingatkan, narkoba akan merusak generasi bangsa. Para pecandu narkoba biasanya tidak mengenal waktu dalam mengkonsumsi narkoba, meskipun harganya mencapai jutaan rupiah.

“Pecandu narkoba akan lupa ke tempat kerja, lupa ke sekolah. Mereka mengeluarkan uang besar untuk membeli narkoba. Di lain sisi, bahaya narkoba memiliki efek, berupa tindak kejahatan, antara lain pembunuhan, penculikan, pemerasan, penyelundupan, pencucian uang, kecelakaan, dan lain sebagainya,” jelas Aryo dalam rilis yang diterima Sabtu (28/7/2018).

Menurut pencipta Rehab Plus Apps ini, dia sangat mendukung pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, tetapi pembangunan tersebut harus seiring dengan generasi masa depan yang bersih tanpa narkoba.

“Beratnya tantangan pembangunan oleh pemerintah daerah di berbagai bidang, sebut saja ekonomi, sosial, dan budaya, maka kemampuan generasi muda mutlak dibutuhkan. Sehingga, apabila kaum muda tidak mendapatkan stimulus secara profesional akan mudah terjerumus dalam lingkaran dunia narkoba untuk memenuhi kebutuhan ekonomi,” kata Aryo.

Ditambahkan, jika pemerintah daerah kurang komitmen dan bersungguh-sungguh dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN), dia khawatir kehilangan generasi muda.(Red)

loading...