Beranda Pemerintahan Pemkot Tangsel Naikkan Bantuan SMP Swasta Jadi Rp1,8 Juta per Tahun

Pemkot Tangsel Naikkan Bantuan SMP Swasta Jadi Rp1,8 Juta per Tahun

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie

TANGSEL — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menaikkan bantuan pendidikan bagi siswa SMP swasta menjadi Rp1,8 juta per tahun.

Pemkot mempertahankan kuota penerima sebanyak 5.000 siswa setiap tahun untuk membantu lulusan SD yang tidak mendapatkan kursi di SMP negeri.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, kenaikan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan di tengah keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

“Kuota tetap 5.000, tapi uangnya kita naik. Sekarang Rp1,8 juta per tahun untuk satu anak,” kata Benyamin, Selasa (2/6/2026).

Menurut Benyamin, Tangsel hanya memiliki 24 SMP negeri, sementara jumlah SD negeri mencapai 157 sekolah. Kondisi itu membuat pemerintah harus mencari solusi agar seluruh lulusan SD tetap memperoleh akses pendidikan.

Pemkot Tangsel menggandeng 92 SMP swasta yang tersebar di tujuh kecamatan sebagai sekolah pendamping bagi siswa yang tidak lolos ke SMP negeri.

Benyamin menegaskan, bantuan tersebut tidak digunakan untuk membiayai operasional sekolah. Pemerintah mengarahkan dana itu untuk memenuhi kebutuhan pribadi siswa seperti seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya.

“Biaya personal itu yang kita cover,” ujarnya.

Politikus Gerindra itu menjelaskan pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya operasional, biaya investasi, dan biaya personal.

Pemerintah menanggung biaya operasional melalui Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), sementara APBD menopang biaya investasi dan sebagian biaya personal siswa.

Selain membantu siswa, program tersebut juga bertujuan meningkatkan minat masyarakat memilih sekolah swasta. Selama ini, sebagian besar orang tua masih menjadikan SMP negeri sebagai pilihan utama.

“Kita rangsang lewat program ini. Jadi tidak selalu harus mengandalkan SMP negeri, silakan pilih SMP swasta,” katanya.

Benyamin memastikan seluruh warga Tangsel dapat mengakses program bantuan tersebut tanpa syarat ekonomi tertentu. Namun, pemerintah tetap memprioritaskan keluarga kurang mampu.

Baca Juga :  Baru 2 Hari Puasa, Rumah Makan di Pandeglang Sudah Nekat Berjualan

“Tidak ada syarat khusus. Semua bisa, tapi yang kurang mampu tetap jadi prioritas,” tegasnya.

Pemkot Tangsel menjalankan program bantuan pendidikan SMP swasta sejak 2022 sebagai strategi mengurangi tekanan penerimaan peserta didik baru di sekolah negeri yang kapasitasnya jauh lebih kecil dibanding jumlah lulusan SD setiap tahun.

Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd