TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menargetkan efisiensi anggaran di sejumlah sektor menyusul penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini merupakan respons atas instruksi penghematan energi dan anggaran di tengah dinamika global.
Kebijakan WFH tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Tangerang Nomor 7401 tertanggal 1 April 2026. Dalam aturan itu, sejumlah langkah penghematan diinstruksikan, seperti pembatasan perjalanan dinas, optimalisasi rapat daring, serta pembatasan penggunaan kendaraan dinas hingga maksimal 50 persen, kecuali kendaraan operasional dan berbasis listrik.
Langkah ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk menekan pergerakan ASN dan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM), guna mendorong efisiensi anggaran di tengah tekanan geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga energi.
Berdasarkan data yang dihimpun, belanja makan dan minum (mamin) rapat di lingkungan Pemkot Tangerang mencapai Rp19.154.578.600. Sementara itu, belanja tagihan listrik sebesar Rp78.415.517.649 dan tagihan air sebesar Rp2.643.755.000.
Total dari ketiga pos anggaran tersebut mencapai Rp100.213.851.249 atau sekitar Rp100,21 miliar. Anggaran ini menjadi salah satu fokus efisiensi pasca diterapkannya kebijakan WFH.
Selain itu, efisiensi juga akan menyasar belanja perjalanan dinas dan bahan bakar minyak (BBM). Pada tahun 2026, Pemkot Tangerang mengalokasikan anggaran belanja bahan bakar dan pelumas sebesar Rp83.855.078.000.
Sementara itu, belanja perjalanan dinas dianggarkan sebesar Rp94.596.129.695, yang terdiri dari perjalanan dinas dalam negeri sebesar Rp94.229.731.495 dan perjalanan dinas luar negeri sebesar Rp366.398.200. Dengan demikian, total anggaran untuk kedua pos tersebut mencapai Rp178.451.207.695 atau sekitar Rp178 miliar.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, menyatakan belum dapat memastikan besaran pemangkasan anggaran akibat kebijakan WFH tersebut. Menurutnya, pembahasan efisiensi kemungkinan akan dilakukan pada perubahan anggaran.
“Untuk potensi pemangkasan nanti akan dibahas di anggaran ABT (Anggaran Belanja Tambahan) berikutnya,” ujarnya.
Senada, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokomp) Pemkot Tangerang, Mualim, menyebut perhitungan pasti terkait penghematan masih dalam proses, mengingat kebijakan WFH baru diterapkan.
“Potensi yang bisa dihemat masih kami hitung. Misalnya satu mobil bisa menghemat sekitar Rp250 ribu, tinggal dikalikan jumlah kendaraan. Estimasi bisa hampir setengah miliar per tahun,” tandasnya.
Penulis: Saepulloh
Editor: Usman Temposo
