
TANGERANG – Kelompok Aktivis Warung Pojok (Warjok) mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menolak permintaan PT Oligo Infra Swarna Nusantara (OISN) untuk kembali menjalin kerja sama dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Desakan itu muncul setelah beredar informasi bahwa PT Oligo mengajukan kesempatan untuk menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) baru dengan Pemkot Tangerang.
Aktivis Warjok, Saiful Basri atau Marsel, menegaskan Pemkot Tangerang sebelumnya telah mengakhiri kerja sama dengan PT Oligo karena perusahaan tersebut dinilai tidak menunjukkan kinerja yang maksimal dalam menjalankan proyek strategis pengelolaan sampah.
Menurutnya, rencana membuka kembali kerja sama hanya akan mengulang kesalahan yang sama.
“Menindaklanjuti isu yang berkembang bahwasanya ada sebagian kelompok yang memang menolak tentang adanya PKS baru antara pemerintah kota dengan Oligo, saya rasa hal itu sudah lama kita sampaikan atas nama Warung Pojok dari beberapa kelompok komunitas yang memang peduli terhadap sampah di Kota Tangerang. Kita dari awal sudah menolak, jauh sebelumnya sudah menolak agar Oligo tidak lagi mendapatkan peluang kerja sama dalam pengelolaan sampah dengan Pemerintah Kota Tangerang,” ujar Marsel, Rabu (22/7/2026).
Marsel menilai, pengelolaan sampah merupakan persoalan mendesak yang membutuhkan mitra profesional dan mampu menghadirkan solusi nyata, bukan perusahaan yang sebelumnya gagal memenuhi target.
“Kalaupun terjadi adanya kerja sama Oligo dengan pemerintah kembali, artinya pemerintah dalam hal ini jatuh di lubang yang sama. Sebelumnya juga Oligo tidak bekerja secara maksimal, tapi hari ini ada PKS atau perjanjian kerja sama yang baru, pemerintah gagal dalam pengelolaan sampah,” katanya.
Warjok juga meminta para pengambil kebijakan di Pemkot Tangerang bersikap tegas dan tidak tunduk pada intervensi pihak mana pun.
“Pemerintah harus menolak ketika memang ada arahan dari pihak mana pun agar terjadinya PKS baru antara Oligo dengan pemerintah kota. Dan kami selaku masyarakat akan menolak keras juga, mendorong pemerintah untuk menyatakan sikap, untuk menolak hal itu,” tegasnya.
Marsel memastikan kelompoknya akan menggelar aksi apabila Pemkot Tangerang tetap membuka peluang kerja sama baru dengan PT Oligo.
“Kalau hal itu terjadi, bukan hanya pemerintah yang bergerak. Ketika pun pemerintah tidak bergerak, kami akan bergerak atas nama masyarakat, mengingatkan kembali persoalan-persoalan sebelumnya kepada pemerintah dengan gerakan aksi. Jangan sampai pemerintah jatuh di lubang yang sama, di persoalan yang sama. Artinya secara pembenahan dan pengelolaan sampah, pemerintah tidak serius,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan Pemkot Tangerang agar menghormati komitmen yang sebelumnya telah disepakati terkait penghentian kerja sama dengan PT Oligo. Menurutnya, keputusan menjalin kontrak baru akan mencederai aspirasi masyarakat yang telah menyuarakan penolakan melalui petisi.
“Ya, artinya petisi tersebut gagal, saya rasa. Dan kami akan melakukan perlawanan keras,” pungkasnya.
Penulis : Mg-Dwi Muksin Yulianto
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd