Beranda Pemerintahan Pemkot Serang Tutup Sejumlah Peternakan Ayam di Walantaka

Pemkot Serang Tutup Sejumlah Peternakan Ayam di Walantaka

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menutup sejumlah peternakan ayam di Kecamatan Walantaka Kota Serang - foto istimewa

SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menutup sejumlah peternakan ayam di Kecamatan Walantaka Kota Serang. Penutupan melibatkan Satpol PP dan Forkopimda Kecamatan Walantaka.

Hal itu disampaikan Asda I Pemkot Serang, Subagyo usai mengikuti kegiatan penutupan peternakan ayam secara serentak di Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Kamis (19/1/2023).

Menurutnya Peternakan ayam yang berada di Kelurahan Cigoong Kecamatan Walantaka sudah beroperasi selama 14 tahun tanpa izin resmi dari Pemkot Serang.

Keenam perternakan tersebut ditutup secara permanen karena melanggar Perda Kota Serang Nomor 8 tahun 2020.

“Keberadaan peternakan di enam lokasi itu tidak ada perizinan sama sekali dari OPD terkait di Kota Serang,” ujarnya.

Kemudian aktivitas perternakan juga telah mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar. Sehingga sangat perlu dilangsungkan penutupan secara permanen.

“Kegiatan perternakan juga mengganggu aktivitas warga, mengganggu kesehatan karena menimbulkan bau tidak sedap termasuk menimbulkan lalat yang mengancam kesehatan warga,”ujarnya.

Dengan dasar itu, kata Subagyo, Pemerintah Kota Serang menutup usaha enam peternakan yang ada di kecamatan Walantaka.

“Keenam lokasi peternakan itu diantaranya, kelurahan Cigoong, kelurahan Lebak wangi, kelurahan Pabuaran dan di kelurahan Pengampelan, dan sekitarnya,”ujarnya.

Mamah, seorang warga kampung Pengasingan, mengaku sangat tenang setelah dialkukannya penyegelan perternakan di sekitar rumahnya. Ia mengatakan perternakan tersebut membuat masyarakat sangat risau karena bau busuk dan lalat yang masuk ke dalam rumah.

“Tenang kalau udah ditutup gak ada laler lagi di rumah, lalernya parah sampe nginep. Intinya gak nyaman, mengganggu kesehatan, bau bangett. Bersyukur kalau udah ditutup ga mengganggu masyarakat lagi, “ujarnya (Dhe/Red)