Beranda Pemerintahan Pemkot Serang Tak Libatkan Anjal di Peringatan Hari Anak

Pemkot Serang Tak Libatkan Anjal di Peringatan Hari Anak

315
0
Anak jalanan di Kota Serang. (Ade/bantennews)

SERANG– Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, berlangsung sangat meriah. Puluhan hingga ratusan anak berumur antara TK hingga SMP mengikuti acara tersebut dengan gembira.

Namun ternyata, momentum yang seharusnya dapat dirayakan oleh seluruh anak, tidak berlaku bagi anak jalanan (anjal). Pasalnya, dalam kegiatan tersebut, anjal sama sekali tidak dilibatkan dalam perayaan itu.

Kepala DP3AKB Kota Serang, Toyalis mengakui bahwa dalam perhelatan tahunan yang diperuntukkan bagi anak-anak ini, hanya melibatkan Forum Anak saja. Sementara anjal, tidak dilibatkan.

“Hanya Forum Anak yang kami libatkan di acara Hari Anak ini. Anak jalanan tidak kami libatkan,” ujarnya kepada awak media di sela-sela acara HAN yang dilaksanakan di gedung PKPRI, Jumat (30/8/2019).

Toyalis beralasan, tidak dilibatkannya anjal dalam kegiatan HAN ini, dikarenakan pihaknya kesulitan untuk melakukan hal tersebut. Menurutnya, pihaknya juga tidak mengetahui alamat dari setiap anjal yang ada di Kota Serang.

“Kami susah untuk melakukan itu, karena mereka ini datangnya tidak bisa kami awasi. Dan juga alamat rumahnya tidak jelas. Saat ini kami hanya fokus untuk anak-anak yang di forum, supaya bagaimana mereka bisa mau menularkan informasi-informasi terkait dengan peran mereka,” ujarnya.

Disinggung mengenai koordinasi antara DP3AKB dengan Dinas Sosial dalam menangani anjal, Toyalis berkilah bahwa tugas dari pihaknya adalah mengenai perlindungan anak dari tindak kekerasan dan pelecehan seksual.

“Kami itu kalau masalah anak (meliputi) soal perlindungan terhadap kekerasan dan pelecehan terhadap anak, itu tupoksi kami kesana. Meskipun sebenarnya anak jalanan seharusnya juga, namun itu tupoksinya Dinas Sosial,” ujarnya.

Saat ditanya apakah HAN ini juga merupakan hari untuk anjal, Toyalis mengaku bahwa ini memang momentum untuk seluruh anak-anak. Namun pihaknya masih bingung, langkah seperti apa untuk mengakomodir anjal dalam kegiatan HAN.

“Sebenarnya ini adalah momen untuk anak. Ya sebenarnya kami juga bingung anak jalanan itu anak mana. Kan mereka kadang-kadang adanya sore, kadang malam. Jadi koordinasinya susah,” ujarnya.

Sementara itu Walikota Serang, Syafrudin, mengatakan bahwa dalam kegiatan HAN ini, pihaknya menekankan bahwa peran keluarga terhadap anak. Karena menurutnya, peran keluarga sangat penting dalam tumbuh kembang anak.

“Orangtua tidak hanya menyekolahkan anak lalu dilepaskan begitu saja. Harus juga diawasi, karena pengawasan orang tua baik di sekolah, keluarga, maupun di masyarakat, harus benar-benar terkontrol. Karena saat ini banyak sekali pelecehan seksual, kekerasan terhadap anak. Itu yang menjadi peran orangtua,” ucapnya.(Dhe/Red)