Beranda Pemerintahan Pemkot Serang Klaim Kemiskinan dan Pengangguran Turun Tipis

Pemkot Serang Klaim Kemiskinan dan Pengangguran Turun Tipis

Walikota Serang Tb Haerul Jaman

SERANG – Walikota Serang Tb Haerul Jaman telah menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Periode (LKPJ AMP) 2013-2018. Sebagaimana diketahui, Jaman yang berpasangan dengan Sulhi Choir akan mengakhiri jabatannya pada bulan Desember 2018 nanti.

Dalam pemaparan hasil kinerjanya, Jaman menyampaikan beberapa hal yang telah dicapai, di antaranya adalah pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan. Dalam awal periode, tahun 2014 didapatkan angka pengangguran terbuka sebanyak 10,03 persen, sedangkan pada tahun 2017 menjadi 8,43 persen atau turun sebesar 1,6 persen.

Sedangkan untuk angka kemiskinan, pada tahun 2014 tercatat sebanyak 5,70 persen warga Kota Serang yang miskin, dan pada tahun 2017 berhasil diturunkan menjadi sebanyak 5,57 persen, atau turun sebesar 0,13 persen. Upaya Pemkot Serang dirasa sudah maksimal dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan tersebut, walaupun tidak ditampik, masih terdapat kendala-kendala dalam menjalankan program.

“Kemiskinan itu cukup banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, dan membutuhkan usaha dan anggaran yang besar sekali,” kata Jaman, Kamis (12/7/2018).

Kurang terlihatnya kinerja program pengentasan kemiskinan dibandingkan dengan penurunan angka pengangguran terbuka dianggap karena faktor-faktor kemiskinan yang cukup banyak, berbeda dengan pengangguran.

“Untuk menekan angka pengangguran kan cukup dengan memberikan kesempatan kerja. Namun kalau kemiskinan itu banyak faktor, seperti misalnya kemiskinan kultural, struktural dan absolut, ada pengaruh sosial budayanya,” terangnya.

Menurutnya, kemiskinan tidak dapat hanya dilihat dari daya beli saja, namun juga dari faktor lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan, walaupun pada umumnya dilihat dari sisi ekonomi masyarakat tersebut.
“Seperti pendidikan, itu untuk mendapatkan ijazahnya, juga kesehatan, agar dapat bekerja dengan baik. Selain itu, merubah mindset masyarakat juga tidak mudah, misalnya agar dapat memahami pentingnya pendidikan,” lanjut Jaman.

Dari sisi anggaran, pengentasan kemiskinan sudah disebarkan kepada setiap program-program di OPD yang ada. Akan tetapi, karena ada perubahan beberapa kebijakan, mengakibatkan terdapat program untuk masyarakat yang terhambat. “Seperti dulu, saat pendidikan gratis di Kota Serang, masyarakat menjadi semangat,” ungkapnya.

Pemkot Serang sendiri juga telah mencoba untuk memberikan peningkatan keterampilan bagi masyarakat, baik untuk bekerja di tempat usaha, ataupun menjadi wirausahawan. Namun disayangkan, hal tersebut tidak ditunjang dengan semangat dari masyarakat.

“Contohnya kami melatih menjahit, diberikan mesin jahit, tapi malah dijual. Ini mindset yang harus diubah,” tegasnya.

Untuk ke depannya, Jaman mengatakan ada beberapa hal yang harus dikerjakan oleh Walikota dan Wakil Walikota terpilih nantinya, seperti meningkatkan angka rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup dan daya beli masyarakat.

“Infrastruktur juga masih menjadi prioritas ke depannya. Selain itu juga lahan persawahan, harus dapat tetap dipertahankan, Kota Serang banyak memiliki lahan persawahan,” ucapnya. (Dhe/Red)

Dukung BantenNews.co.id untuk terus menyajikan jurnalistik yang independen. Klik disiniĀ