SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bersiap merombak total wajah Alun-Alun Kota Serang. Tak sekadar mempercantik, proyek revitalisasi ini mengusung ambisi besar menghadirkan ruang publik modern yang tetap menegaskan identitas budaya Banten.
Ikon utama yang disiapkan langsung mencuri perhatian. Pemkot akan membangun tugu air mancur menari yang dipadukan dengan simbol khas Banten, yakni golok.
Desain ini diproyeksikan menjadi landmark baru sekaligus penanda kuat jati diri Kota Serang.
Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi menegaskan, revitalisasi tidak berhenti pada estetika, tetapi menyasar peningkatan kualitas fasilitas publik secara menyeluruh.
“Kami ingin menghadirkan ikon yang benar-benar mencerminkan kekhasan daerah. Air mancur menari dengan simbol golok Banten akan menjadi wajah baru kota,” ujarnya.
Pemilihan golok bukan tanpa alasan. Hasil kajian menunjukkan, warisan budaya ini belum banyak diangkat sebagai identitas visual kota, padahal memiliki nilai historis kuat—mulai dari golok Ciomas hingga sulangkar.
Nuansa religius khas Banten juga akan diperkuat lewat elemen kubah yang terinspirasi dari arsitektur Masjid Agung Banten. Sentuhan ini dirancang untuk menghadirkan atmosfer khas yang tidak dimiliki kota lain.
Pemkot tetap mempertahankan fungsi utama alun-alun sebagai ruang publik multifungsi. Lapangan upacara tetap digunakan untuk kegiatan kenegaraan, sementara area olahraga dan bermain anak akan diperluas dan ditata lebih nyaman.
Tak berhenti di situ, Pemkot juga menyiapkan fasilitas modern berupa air minum siap konsumsi di area publik langkah yang jarang ditemui di ruang terbuka kota lain.
Penataan kawasan dilakukan secara menyeluruh. Pemkot memindahkan GOR bulutangkis Maulana Yusuf ke kawasan Stadion Maulana Yusuf di Ciceri.
Lahan bekas GOR akan disulap menjadi area parkir besar yang mampu menampung hingga 1.000 motor dan ratusan mobil.
Langkah ini ditujukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di pusat kota yang selama ini kerap macet, terutama di jam sibuk. Pemkot juga akan membongkar median jalan dan memperlebar jalur lalu lintas berdasarkan kajian transportasi.
Perubahan signifikan juga menyasar kawasan monumen perjuangan. Patung lama akan diganti dengan instalasi tiga dimensi golok Banten yang dikelilingi air mancur menari, menciptakan tampilan yang lebih dinamis dan modern.
Dengan anggaran mencapai Rp60–65 miliar, termasuk Rp48,5 miliar untuk pembangunan fisik tahun ini, proyek ini menjadi salah satu prioritas strategis Pemkot Serang. Saat ini, proyek masuk tahap lelang dan ditargetkan segera berjalan.
Pemkot turut menggandeng kejaksaan untuk mengawal pelaksanaan agar tetap transparan dan akuntabel.
Revitalisasi ini tidak meniru konsep kota lain seperti Braga atau Malioboro. Pemkot Serang menegaskan proyek ini lahir dari identitas lokal—menggabungkan budaya, fungsi, dan modernitas dalam satu ruang publik.
Alun-Alun Kota Serang pun disiapkan menjadi lebih dari sekadar ruang terbuka: sebuah simbol kebanggaan baru bagi warga, sekaligus wajah kota yang lebih berkarakter.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
