Beranda Pemerintahan Pemkot Gelontorkan Miliaran Rupiah untuk Tangani Banjir di Cilegon

Pemkot Gelontorkan Miliaran Rupiah untuk Tangani Banjir di Cilegon

Walikota Cilegon Robinsar (tengah) meninjau tandon air di BBS. (Maulana/bantennews)

CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menggelontorkan sekitar Rp3,5 miliar untuk penanganan banjir di 2025. Tahun depan, Pemkot bakal menaikan anggaran menjadi Rp5,7 miliar.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Walikota Cilegon, Robinsar saat berkunjung ke salah satu tandon air di komplek Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kelurahan Ciwaduk bersama jajarannya, Jumat (14/11/2025).

“Tahun ini memang ala kadarnya karena kondisi tidak memungkinkan, tahun depan kita sudah voting untuk Pasukan Biru disebutnya untuk penanggulangan banjir. Tahun depan Rp5,7 miliar, tahun ini Rp3,5 miliar,” katanya.

Robinsar menyebut, dengan adanya peningkatan anggaran di tahun depan itu ia optimis penanganan banjir bakal lebih terencana secara sistematis. Anggaran itu bakal digunakan untuk pemeliharaan dan juga operasional.

“Jadi, kalau tahun depan itu sudah tersistem, termekanisme, ter-schadulle titik mana saja yang akan rutin dalam rangka mencegah banjir. Jadi, tidak ada sifatnya ‘insidensial’, mungkin dari Januari sebelum musim hujan itu sudah ada normalisasi. Nanti kita anggarkan di tahun depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon Tb Dendi Rudiatan menyampaikan saat ini pihaknya tengah giat melaksanakan normalisasi saluran-saluran air atau sungai di 5 titik di Kota Cilegon.

“Di Kalitimbang, di PCI, di Kadipaten, Seruni, dan Kalang Anyar. Jadi dengan mengurangi sedimentasi di sepanjang jalur sungai itu insya Allah akan mengurangi banjir di 5 titik itu. PU juga membersihkan sungai di Sukmajaya,” ucapnya.

Menurutnya, ada 3 penyebab utama banjir di Kota Cilegon, antara lain alih fungsi lahan, sedimentasi, dan masih banyaknya saluran air yang belum terkelola dengan baik.

“Karena alih fungsi lahan jadi daerah resapan berkurang, kemudian sedimentasi sehingga air meluap, dan banyak saluran yang masih alam sehingga ketika hujan saluran itu longsor dan akhirnya meluap juga airnya,” ungkap Dendi.

Baca Juga :  147 Kendaraan Dinas Setda Cilegon Jalani Pemeriksaan Kelaikan

Dendi juga mengklaim, anggaran sebesar Rp3,5 miliar yang digunakan untuk penanganan banjir selama ini telah memberikan dampak yang cukup positif.

(***)