Beranda Pemerintahan Pemkot: Industri Kimia Cilegon Diklaim Siap Hadapi Erupsi Anak Krakatau

Pemkot: Industri Kimia Cilegon Diklaim Siap Hadapi Erupsi Anak Krakatau

Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra memberikan arahan krpada OPD. (Maulana/bantennews)

CILEGON — Industri kimia di Kota Cilegon mengklaim telah menyiapkan teknologi dan prosedur keselamatan untuk menghadapi potensi bencana alam, termasuk dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengumpulkan perusahaan dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Ruang Rapat Wali Kota Cilegon, Senin (7/9/2026). Pertemuan itu membahas kesiapsiagaan industri menghadapi peningkatan aktivitas GAK.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, seluruh perusahaan menyatakan kesiapan menghadapi potensi bencana.

“Kami menanyakan seluruh perusahaan terkait kesiapsiagaannya. Alhamdulillah, seluruhnya sudah siap mengantisipasi apabila terjadi bencana, khususnya yang diakibatkan erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Aziz.

Menurut Aziz, sejumlah industri kimia telah menggunakan teknologi otomatis untuk mengantisipasi dampak bencana terhadap proses produksi. Sistem tersebut memungkinkan perusahaan menghentikan operasi secara otomatis ketika kondisi darurat muncul.

“Teknologinya canggih, sehingga saat terjadi sesuatu semuanya serba otomatis. Kalau misal saat produksi terjadi bencana, mereka akan shutdown sendiri. Sudah diantisipasi agar tidak menyebar ke mana-mana,” ujarnya.

Pemkot Cilegon kini meminta perusahaan memastikan seluruh kebutuhan darurat dan standar operasional prosedur (SOP) berjalan. Pemerintah juga meminta industri menyiapkan masker, titik evakuasi, serta kebutuhan lain untuk menghadapi kondisi darurat.

Saat ini, dampak erupsi GAK yang terasa di Cilegon terutama berupa debu vulkanik. Perusahaan akan menyalurkan masker kepada masyarakat melalui Dinas Kesehatan, camat, dan lurah.

Selain itu, sejumlah industri juga memiliki perangkat untuk memantau perubahan kondisi air laut sebagai bagian dari antisipasi potensi tsunami.

Aziz menyebut, Indonesia Power memiliki alat yang dapat mendeteksi penyurutan air laut. Pemkot meminta perusahaan segera meneruskan informasi tersebut kepada BPBD agar pemerintah dapat menyampaikan peringatan kepada masyarakat.

Baca Juga :  128 RTLH di Kota Serang Dapat Bantuan Perumahan Swadaya

“Di Kota Cilegon tadi disampaikan oleh Indonesia Power, mereka bisa mengetahui apabila ada penyurutan dan kami minta diinformasikan ke BPBD supaya bisa disampaikan juga ke masyarakat. Risiko bencana Cilegon sudah siap menghadapi,” katanya.

Pemkot Cilegon juga menyiapkan sejumlah lokasi evakuasi di kawasan yang berdekatan dengan industri dan laut. Lokasi tersebut mencakup wilayah Ciwandan, Citangkil, Pulomerak, dan Grogol.

Pemkot juga mengandalkan shelter tsunami di Gunung Marengmang dan Gunung Sugih sebagai lokasi evakuasi. Aziz mengatakan industri turut mendukung penyediaan fasilitas tersebut.

“Ada di Ciwandan, Citangkil, Pulomerak, Grogol. Sudah terkondisikan dengan baik mana kala ada evakuasi. Shelter tsunami kita ada di Gunung Marengmang, Gunung Sugih. Ini dukungan dari industri untuk menghadapi. Shelternya di gunung,” tutupnya.

Aziz meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Ia menegaskan pemerintah bersama industri terus memperkuat kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan akibat aktivitas GAK.

Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd