KAB. SERANG — Kerusakan Jembatan Peng di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, akhirnya mendapat kepastian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah menyatakan, pembangunan jembatan dimulai tahun ini setelah kondisi di lapangan dinilai membahayakan.
Diketahui, pada Jumat (24/4/2026), Zakiyah langsung meninjau jembatan yang bertahun-tahun rusak.
“Jembatan ini hampir 20 tahun tidak diperbaiki. Kami menerima banyak aduan dari masyarakat,” tegas Zakiyah, Minggu (26/4/2026).
Ia menilai, kerusakan jembatan sudah memicu banyak kecelakaan. Karena itu, pemerintah daerah harus segera bertindak.
“Sudah banyak korban. Saya datang untuk memastikan kondisi dan mempercepat penanganan,” ujarnya.
Pemkab Serang menyiapkan anggaran Rp750 juta dari APBD 2026 untuk membangun jembatan tersebut. Ratu Zakiyah meminta Dinas PUPR segera mengeksekusi proyek tanpa menunda.
“Saya minta segera ditindaklanjuti. Tahun ini harus dibangun,” katanya.
Kepala DPUPR Kabupaten Serang, Mochamad Ronny Natadipraja, memastikan pihaknya siap menjalankan perintah tersebut.
Warga Desa Lontar, Yumi, menyebut masyarakat sudah mendesak perbaikan sejak 2024. Ia menilai kondisi jembatan sangat berbahaya dan berpotensi memakan korban jiwa jika dibiarkan.
“Setiap hari ada yang jatuh. Ini sangat membahayakan. Jangan sampai ada korban jiwa baru bergerak,” tegasnya.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Usman Temposo
