Beranda Pemerintahan Pemkab Serang Ngaku Keluarkan Izin Industri Buang Limbah ke Sungai Ciujung

Pemkab Serang Ngaku Keluarkan Izin Industri Buang Limbah ke Sungai Ciujung

1545
0
Tampak Perahu di Sungai Ciujung di Kabupaten Serang menepi

SERANG – Pemkab Serang mengakui ada pemberian izin perusahaan untuk membuang limbah industri ke Sungai Ciujung. Limbah tersebut menyebabkan sungai tercemar menghitam dan mengeluarkan bau menyengat.

“Perusahaan yang memiliki izin limbah untuk Ciujung ada beberapa. Misalkan di kawasan Modern Cikande ada izin (pembuangan) limbah cair, Indah Kiat, dan Cipta Peperia. Itu yang memiliki izin pembuangan limbah cair yang di Ciujung,” kata Kepala Seksi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan DLH Kabupaten Serang Muas Sisulhaq, Jumat (5/7/2019).

Khusus di kawasan Modern Cikande, katanya, ada beberapa perusahaan. Namun ia tidak ingat berapa perusahaan yang diizinkan membuang limbah cair ke sungai tersebut. Perusahaan yang diberi izin membuang limbah, menurutnya, sudah memenuhi persyaratan.

Menghitamnya sungai Ciujung, lanjutnya, jadi fenomena tahunan, khususnya pada musim kemarau. Ini disebabkan debit air berkurang dan endapan yang naik ke permukaan.

Karena itu, Pemkab Serang sudah memberi imbauan ke perusahaan pembuang limbah untuk mengurangi instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) karena debit Ciujung yang menurun. Kadua, saat debit Ciujung nol, pihak perusahaan juga dilarang membuang limbah ke sungai.

“Saya sudah membuat imbauan ke perusahaan untuk sementara tidak membuang limbah cairnya untuk tidak memperparah. Itu imbauan Bupati menghadapi musik kemarau,” katanya seperti dikutip dari detik.com.

Pada 2015, gara-gara pencemaran limbah di Ciujung, ada 15 perusahaan yang izinnya dievaluasi. Karena limbah ini, menurutnya, ada rencana pengerukan di Ciujung pada 2020 oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC).

Sungai yang bermuara di perairan laut Banten mulai menghitam sekitar 20 hari lalu. Muncul bau menyengat dan membuat pusing. Akibatnya, ada beberapa lahan pertanian dan tambak udang milik warga yang gagal panen. (Red)