
KAB. SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mendorong seluruh desa di wilayahnya untuk membangun bank sampah perintis sebagai solusi jangka pendek dalam menangani persoalan sampah.
Wakil Bupati Serang, M. Najib Hamas, mengatakan keberadaan bank sampah juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dalam memilah sampah organik dan nonorganik sejak dari rumah.
“Saya instruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan para camat se-Kabupaten Serang untuk bergerak ke desa-desa. Harapannya, setiap desa memiliki minimal satu bank sampah perintis,” kata Najib saat meninjau penimbangan ke-2 sampah di Bank Sampah Barokah Pamogoan Dukuhdalem, Kampung Pamogoan, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Sabtu (17/1/2026).
Najib menilai, bank sampah merupakan salah satu bentuk keterlibatan aktif masyarakat dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Serang.
“Ini contoh yang baik bagaimana masyarakat ikut terlibat mencari solusi persampahan, mulai dari memilah sampah yang masih memiliki nilai ekonomis,” ujarnya.
Ia berharap, keberadaan bank sampah perintis di setiap desa dapat menjadi pusat edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat secara luas.
“Kalau satu desa minimal punya satu bank sampah perintis, edukasinya bisa menyebar ke seluruh warga. Jika semua desa dan kampung mampu memilah sampah, Insya Allah beban sampah di Kabupaten Serang akan berkurang,” sambungnya.
Menurut Najib, pengelolaan sampah kerap dianggap persoalan sepele, namun dampaknya sangat besar jika tidak ditangani dengan baik.
“Kelihatannya sepele, tapi ini bisa menyelesaikan masalah besar, tidak hanya di Kabupaten Serang, tetapi juga di wilayah Banten,” tegasnya.
Sementara itu, Manajer Umum Bank Sampah Barokah, Milatul Asfia, mengatakan pihaknya terus mengembangkan program serta memperluas kerja sama dengan sejumlah perusahaan.
“Kami mendapat dukungan dari dinas terkait serta CSR perusahaan di sekitar wilayah ini. Tujuan utamanya adalah membantu masyarakat memperoleh nilai ekonomi dari pengelolaan sampah,” katanya.
Penulis: Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor: Usman Temposo