PANDEGLANG — Pemkab Pandeglang mulai menjalankan puasa anggaran. Bukan hanya dinas, seluruh kecamatan juga diminta mengencangkan ikat pinggang. Belanja yang dianggap bisa dihemat dipangkas, lalu dialihkan untuk memperbaiki jalan rusak di APBD Perubahan 2026.
Targetnya tidak main-main. Pemkab Pandeglang memburu dana Rp80 miliar hingga Rp100 miliar dari hasil rasionalisasi anggaran di seluruh OPD.
Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi mengatakan, perintah efisiensi datang langsung dari Bupati Raden Dewi Setiani kepada Sekda dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Sekda dan TAPD sudah diperintahkan Ibu Bupati untuk melakukan rasionalisasi anggaran di semua OPD,” kata Iing usai rapat paripurna DPRD Pandeglang, Kamis (3/9/2026).
Menurut Iing, penghematan berlaku menyeluruh. Seluruh dinas hingga kecamatan diminta menyisir anggaran yang masih bisa ditekan.
Sisa anggaran, baik dari belanja gaji maupun kegiatan yang tidak terserap, akan digeser untuk pembangunan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di Kabupaten Pandeglang.
“Mudah-mudahan di anggaran perubahan ini kami bisa mengalokasikan Rp80 sampai Rp100 miliar, bahkan kalau bisa lebih,” ujarnya.
Meski begitu, Iing mengakui rencana mengalihkan anggaran itu tidak bisa diputuskan sepihak. APBD Perubahan tetap harus mendapat persetujuan DPRD.
“APBD ini bukan hanya tanggung jawab eksekutif, tetapi juga legislatif sebagai pengawas,” tegasnya.
Iing juga tak menutup mata terhadap besarnya pekerjaan rumah infrastruktur di Pandeglang. Menurutnya, dana Rp100 miliar pun belum cukup untuk menuntaskan seluruh jalan rusak di daerah tersebut.
“Kami sadar Rp100 miliar pun tidak akan menuntaskan pembangunan jalan di Kabupaten Pandeglang. Tapi kalau dilakukan bertahap dan kontinyu, mudah-mudahan jalan-jalan yang rusak bisa mulai direalisasikan,” tandasnya.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : TB Ahmad Fauzi
