KAB. SERANG – Wakil Bupati Serang, M. Najib Hamas tak mempermasalahkan jika proyek pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dibangun di Kota Serang.
Ia menilai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan mendukung apa yang menjadi program Presiden RI Prabowo Subianto.
Diketahui, Pemkab Serang mengusulkan tiga lokasi untuk dijadikan proyek PSEL, yakni di Luwuk, Kecamatan Gunung Sari, Grogol dan Kosambi Ronyok di Kecamatan Anyer. Sedangkan Pemkot Serang mengusulkan TPA Cilowong.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menilai pembangunan PSEL harus memenuhi syarat, salah satunya terkait jarak. Hal itu lantaran, PSEL akan menjadi lokasi pembuangan sampah wilayah algomerasi Kabupaten/Kota Serang dan Cilegon (Seragon).
“Pada dasarnya kami setuju (PSEL) dibangun di Cilowong. Yang penting kita mendukung program Pak Presiden dan mengurai sampah,” ujar Najib, Jumat (21/11/2025).
Najib mengungkapkan, pembangunan PSEL akan dilakukan pada 2026 mendatang. Sedangkan operasionalnya akan dimulai pada 2027.
“Kalau pembangunan itu kan tahun depan, kemungkinan operasional di pertengahan 2027. PSEL itu nanti akan dikelolan oleh badan usaha pemerintah. Tinggal kita mempersiapkan saja seperti armadanya dan cost operasionalnya,” ungkap Najib.
Lebih lanjut dijelaskan Najib, jelang operasional Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon akan melakukan MoU, terkait berapa kuota sampah dari masing-masing daerah untuk dikirim ke PSEL.
“Kan untuk membuat sampah menjadi energi listrik perlu 1.000 ton. Nanti tinggal MoU saja dengan Kota Serang dan Cilegon. Berapa kuotanya,” jelasnya.
Mengingat wilayah Kabupaten Serang lebih kuas dibanding Kota Serang dan Cilegon, Najib menilai, perlu adanya pembangunan tempat penampungan sampah regional.
“Wilayah kita kan luas, ada 29 kecamatan. Maka perlu adanya (tempat) penampungan regional. Karena ini berpengaruh pada anggaran operaisonal,” ucapnya.
Dirinya mencontohkan, PSEL di Surabaya yang menelan anggaran operisonal pengiriman sebesar Rp350 miliar setahun.
“Contohnya di Surabaya, meteka anggarkan Rp350 miliar setahun itu operasional (pengiriman) sampah. Jadi Pemkab Serang nanti harus mempersiapkan secara matang. Terutama cost operasionalnya,” ujarnya.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
