CILEGON – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengalihkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari bank bjb ke Bank Banten belum masuk pembahasan resmi. Padahal, Pemkot Cilegon telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengelolaan keuangan daerah dengan Bank Banten pada 1 Agustus 2026 lalu.
Wali Kota Cilegon, Robinsar mengatakan, sejumlah tahapan masih berjalan, terutama terkait pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Sedang berproses semua. Beberapa BLUD yang sedang berjalan, seperti rumah sakit on progress,” kata Robinsar, Jumat (11/9/2026).
Namun, Robinsar belum membeberkan skema peralihan RKUD, termasuk komponen keuangan mana yang nantinya masuk ke Bank Banten dan mana yang tetap berada di bank bjb.
“Itu soal teknis. Sekarang pokoknya semua tahapan berjalan. Apa yang bisa disegerakan, itu disegerakan seperti BLUD. Ketika semua siap, kita berlangsung itu. Nunggu kesiapan semuanya. Tidak ada hambatan,” ujarnya.
Di tengah belum adanya kepastian itu, bank bjb Cilegon mengakui rencana peralihan RKUD berpotensi memukul bisnis mereka.
Kepala Cabang bank bjb Cilegon, Astrapawanendra mengatakan hingga kini Pemkot Cilegon belum membahas rencana tersebut secara resmi dengan pihaknya.
“Pasti ada penurunan dari bisnis dari bjb. Kita sih berharap tetap bisa memberikan servis yang terbaik buat Pemda Cilegon,” katanya.
Astrapawanendra berharap, Pemkot Cilegon tetap melibatkan bank bjb dalam pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, hubungan Pemkot Cilegon dengan bank bjb selama ini juga berkaitan dengan kepemilikan saham.
“Masih berharap terlibat, karena Pemda Cilegon owner kami juga. Cilegon itu gak besar sih, sekitar 0,94 kepemilikan sahamnya,” ujarnya.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
