SERANG – Deru baling-baling helikopter memecah pagi Kota Serang. Di helipad Markas Grup 1 Kopassus, Kecamatan Taktakan, Gubernur Banten Andra Soni berdiri menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Sambutan itu menandai dimulainya agenda besar yang membawa harapan bagi puluhan ribu keluarga: akad massal 50.030 rumah subsidi.
Dari helipad, rombongan bergerak menuju Perumahan Pondok Banten Indah, Kecamatan Cipocok Jaya. Di lokasi ini, semangat masyarakat terasa sejak awal. Kesenian tradisional Terbang Gede mengiringi langkah Presiden dan Gubernur, seolah menegaskan bahwa program perumahan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan peristiwa penting bagi kehidupan banyak orang.
Gubernur Andra Soni mendampingi Presiden Prabowo meninjau langsung bangunan rumah dan fasilitas pendukung di kawasan perumahan tersebut. Keduanya melihat dari dekat kualitas hunian yang akan ditempati masyarakat berpenghasilan rendah. Setelah peninjauan, Presiden Prabowo membuka secara resmi pelaksanaan akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim. Pada hari ini, Sabtu 20 Desember 2025, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, secara resmi menyatakan akad massal 50.030 KPR Sejahtera FLPP dan serah terima kunci dimulai,” ucap Presiden Prabowo di hadapan para penerima manfaat.
Momen paling mengharukan terjadi saat Presiden menyerahkan kunci rumah kepada sepuluh perwakilan penerima manfaat. Mereka datang dari berbagai latar belakang profesi—pengemudi ojek daring, guru, pedagang kecil, tukang cukur, prajurit TNI, hingga buruh. Di tangan mereka, kunci rumah bukan sekadar benda, melainkan simbol kepastian dan masa depan yang lebih layak.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menjelaskan bahwa akad massal ini menjadi yang kedua sepanjang tahun 2025. Sebelumnya, pemerintah menggelar akad serupa di Cileungsi, Bogor, dengan jumlah 26 ribu unit rumah.
“Untuk hari ini, akad massal di lokasi utama mencakup 300 unit rumah. Sementara 49.730 unit lainnya berlangsung secara serentak melalui video konferensi di 110 kabupaten dan kota yang tersebar di 33 provinsi,” ujar Maruarar.
Perumahan Pondok Banten Indah sendiri berdiri di atas lahan seluas 20 hektare dan dikembangkan oleh PT Kawan Anugerah Property. Kehadiran Gubernur Andra Soni dalam agenda ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam mendukung program nasional penyediaan hunian layak dan terjangkau.
Di tengah senyum para penerima kunci rumah, agenda hari itu bukan hanya mencatat angka puluhan ribu unit. Ia juga merekam cerita tentang harapan baru—tentang rumah pertama, tentang masa depan yang akhirnya memiliki alamat pasti.
Tim Redaksi
