Beranda Peristiwa Pemeliharaan Mangrove di Kabupaten Tangerang Penting untuk Kelestarian Ekosistem

Pemeliharaan Mangrove di Kabupaten Tangerang Penting untuk Kelestarian Ekosistem

Hutan Mangrove - Foto istimewa

KAB. TANGERANG – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Tangerang akan terus memelihara, merawat, dan merehabilitasi hutan mangrove di pesisir Kabupaten Tangerang. Sebagaimana diketahui, tanaman yang tumbuh di air payau itu memiliki banyak manfaat, utamanya untuk pemeliharaan lingkungan.

“Kami (Diskan) selain dari melakukan rehabilitasi juga secara rutin melakukan pemeliharaan mulai dari pengecekan tanaman serta faktor pembatas lain seperti salinitas dan genangan air. Teknologi budidaya mangrove juga sudah dikuasai,” ucap Kepala Dinas Perikanan Jainudin melalui keterangannya, Senin (17/1/2022).

Jainudin menjelaskan, hutan mangrove dapat menyimpan karbon sampai lima kali lipat lebih banyak daripada hutan tropis daratan. Selain itu, rehabilitasi mangrove juga diharapkan mampu memberi manfaat ekonomis bagi masyarakat di sekitarnya.

“Ini juga dalam rangka mendukung ekowisata dan menjaga kelestarian ekosistem kawasan pesisir yang akhirnya mendorong perekonomian masyarakat di kawasan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Teknologi Hasil Perikanan Pada Bidang Pengembangan dan Kelembagaan Perikanan, Agustin Hari Mahardika menambahkan, pada beberapa titik lokasi batang yang telah ditanam sejak 2015 mulai terlihat tumbuh. Di lokasi pun kepiting, udang, ikan dan Satwa Purba Thacypleus sp (belangkas) mulai bermunculan.

“Pertumbuhan hutan mangrove di pesisir kabupaten Tangerang dari tahun 2015 sepanjang 51.2 km garis pantai seluas 79.8 hektar dan tahun 2021 sudah seluas 121 hektar. Tercatat 1.200.000 lebih batang tertanam dengan dukungan anggaran dari APBD, APBN dan CSR mitra Pemerintah Daerah,” jelasnya.

Hari mengungkapkan pada 2021, tidak hanya melakukan penanaman mangrove, namun juga melakukan pelatihan pengolahan produk turunan mangrove guna meningkatkan kapasitas SDM dan terciptanya mata pencarian baru bagi penggiat mangrove.

“Pelatihan kepada masyarakat dilakukan oleh dua perangkat daerah dari Dinas Perikanan dan Dinas DLHK secara umum di 8 Kecamatan pesisir. Saat pelatihan, masyarakat diajarkan cara mengolah produk turunan mangrove (daun, tangkai, dan buah mangrove) menjadi produk olahan seperti makanan, minuman, dan produk lainnya,” tuturnya.

(Ril/Red)