SERANG – Polisi menangkap seorang pria berinisial S (47), warga Kampung Babakan, Kelurahan Gelam, Kota Serang, yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap wanita berinisial BB (41). Korban sebelumnya ditemukan tewas tergantung di kebun warga di Kampung Pakel Masjid, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, pada Senin, 18 Mei 2026.
Pelaku diamankan di sebuah kontrakan milik saudaranya di Jalan Garuda Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.
Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, mengatakan pelaku mengaku memiliki hubungan asmara dengan korban. Polisi juga menyebut S sebagai pelaku tunggal dalam kasus tersebut.
“Korban bertemu dengan pelaku di lokasi kejadian pada malam hari. Mereka membahas soal usaha dan permintaan modal,” kata Alfano, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan pengakuan pelaku, tidak ada pemukulan menggunakan benda tumpul terhadap korban. Luka pada tubuh korban diduga terjadi akibat tubuh korban diseret sebelum digantung.
“Dari keterangan pelaku, tidak ada pemukulan menggunakan benda tumpul. Luka pada tubuh korban diduga akibat tubuh korban diseret sebelum digantung,” ujarnya.
Jasad korban ditemukan warga yang sedang mencari rumput sekitar pukul 17.30 WIB. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban telah membusuk dan mengeluarkan cairan hitam pekat di sekujur tubuhnya.
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone OPPO A51 milik korban yang sebelumnya hilang.
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit HP OPPO A51, satu gamis warna hitam milik korban, satu celana pendek warna hitam, satu masker warna hitam, sepasang sandal karet warna hitam, serta dua tali tambang warna hijau.
Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten, dr. Donald Rinaldi, sebelumnya menyebut hasil autopsi menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, termasuk luka robek di pelipis kanan dan memar di beberapa bagian tubuh.
“Ada luka robek di wajah dan memar di sejumlah bagian tubuh. Pada leher juga ditemukan bekas jeratan,” ujarnya.
Menurutnya, bekas jeratan tersebut menunjukkan korban masih hidup saat tali menekan lehernya. Tim forensik juga menemukan luka memar dan luka terbuka di lengan kanan yang diduga akibat benturan benda tumpul.
“Kalau melihat banyaknya luka, dugaan bunuh diri menjadi diragukan,” katanya.
Donald memperkirakan korban meninggal akibat asfiksia atau kekurangan oksigen. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel organ dan jaringan tubuh korban.
Ia juga menyebut kondisi jenazah telah memasuki fase pembusukan lanjut dengan munculnya belatung. Berdasarkan kondisi tersebut, korban diperkirakan meninggal empat hingga tujuh hari sebelum ditemukan.
Sementara itu, polisi masih mendalami rangkaian kejadian dan melengkapi hasil penyidikan berdasarkan keterangan tersangka serta temuan forensik.
Penulis: Rasyid
Editor: Usman Temposo
