Beranda Pendidikan Pembukaan SR Pandeglang Kembali Molor

Pembukaan SR Pandeglang Kembali Molor

Kepala Dinsos Kabupaten Pandeglang Wawan Setiawan. (Mg-Madani Prasetia/bantennews)

PANDEGLANG – Pembukaan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, kembali molor. Penundaan kali ini menjadi yang kedua setelah pemerintah menilai bangunan belum cukup aman dan nyaman untuk menampung ratusan siswa.

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang kini menjadwalkan kedatangan siswa pada 28 Agustus 2026. Sekolah kemudian memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Agustus 2026.

Kepala Dinsos Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan, mengakui jadwal pembukaan Sekolah Rakyat telah berubah dua kali. Pemerintah semula menjadwalkan pembukaan pada 13 Juli, lalu menggesernya ke 31 Juli 2026.

“Ini sudah mundur yang kedua kali. Awalnya dijadwalkan 13 Juli, kemudian diundur menjadi 31 Juli. Karena kondisi bangunan belum aman dan masih banyak debu, kami mengutamakan keamanan dan kenyamanan siswa,” kata Wawan, Kamis (21/8/2026).

Dinsos memilih menunda pembukaan daripada memaksakan ratusan anak masuk ke bangunan yang belum siap. Wawan mengatakan pemerintah ingin memastikan seluruh fasilitas siap sebelum siswa tinggal di asrama dan mengikuti kegiatan belajar.

Di tengah jadwal yang terus bergeser, pendaftaran Sekolah Rakyat terus bertambah. Kuota jenjang SMP dan SMA sudah penuh, sementara jenjang SD masih kekurangan peserta.

Dari target 90 siswa SD, Dinsos baru mencatat 75 siswa. Artinya, masih tersisa 15 kursi kosong. Sebulan sebelumnya, jumlah calon siswa SD baru sekitar 40 orang.

“Sebulan lalu jumlah siswa SD masih sekitar 40 orang. Sekarang sudah bertambah menjadi 75 orang. Kami optimistis kuota segera terpenuhi,” ujarnya.

Menurut Wawan, sebagian orang tua masih ragu melepas anak usia sekolah dasar untuk tinggal di asrama. Usia anak yang masih kecil menjadi pertimbangan utama mereka.

Saat ini, jumlah calon siswa asal Pandeglang mencapai 255 orang dari kuota 270 siswa. Dinsos bersama camat, kepala desa, dan koordinator pendidikan di lima kecamatan terus mencari calon siswa dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 untuk menutup kekurangan kuota.

Baca Juga :  Hari Ini, Pemkab Tangerang Kembali Terapkan PJJ di Mulai TK Hingga SMP

Wawan menegaskan, pemerintah menanggung seluruh kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan dan tinggal di asrama, mulai dari perlengkapan pribadi, makanan hingga kebutuhan sehari-hari.

“Dari ujung rambut sampai ujung kaki disiapkan pemerintah. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, kebutuhan anak akan diperhatikan. Orang tua tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd