CILEGON – Lampu-lampu Taman Kawasan Tugu Baja Cilegon yang berderet sepanjang trotoar di Taman Al-Hadid Cilegon masih terus menyala hingga siang hari.
Pantauan di lokasi, sekira pukul 11.30 WIB lampu jalan dengan ornamen tiang seperti di Yogyakarta yang berada di Taman Kawasan Tugu Baja Cilegon itu belum juga dipadamkan, meski hari sudah cerah. Sementara, lampu-lampu lainnya yang berada di seberangnya terlihat sudah dipadamkan.
Kondisi ini sontak disayangkan oleh salah satu warga Cilegon, Ikhlas Wahyu Robi yang ditemui tak jauh dari lokasi. Menurutnya, lampu-lampu taman yang masih menyala tanpa kepentingan apapun merupakan bentuk tindakan pemborosan.
“Setiap watt listrik yang terbakar sia-sia di siang hari dibayar menggunakan uang rakyat. Cilegon sebagai kota industri seharusnya menjadik contoh efisiensi energi untuk tidak boros,” katanya kepada BantenNews.co.id, Kamis (26/3/2026).
Selain pemborosan, Wahyu juga menyebut kondisi tersebut sebagai cerminan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang buruk dalam pengawasan dan pemeliharaan terhadap segala bentuk infrastruktur yang dibangun.
“Seharusnya kontrol dan pemeliharaan itu dipikirkan matang pasca pembangunan bukan malah lepas dari tanggung jawab dan asal nyala doang,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ajeng Ramadhanti. Ia mengungkapkan, lampu-lampu di taman tersebut masih terus menyala hingga siang hari pun bukan kali pertama.
“Saya sering kalau lewat sini juga siang-siang masih nyala saja. Kemarin juga saya jam 10 lewat sini masih nyala lampunya,” ucapnya.
Ia berharap, lampu-lampu di taman yang kini sedang menjadi pusat perhatian masyarakat Cilegon itu dapat dirawat dengan baik oleh pihak yang berwenang.
“Ini kan namanya pemborosan ya, kurang kontrol juga. Semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan, karena ini juga dibangun pakai uang rakyat,” tutup Ajeng.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Cilegon, Edhi Hendarto saat dikonfirmasi peristiwa itu tak berkomentar panjang.
“Ok. Saya teruskan ke Dinas PU,” katanya melalui pesan singkat.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
