Beranda Peristiwa Pemberdayaan Perempuan Diklaim Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Masyarakat Banten

Pemberdayaan Perempuan Diklaim Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Masyarakat Banten

Gubernur Banten Andra Soni menerima jajaran pengurus IWAPI Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, membahas kolaborasi pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi masyarakat.

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa perempuan tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, melainkan harus tampil sebagai pelaku utama dalam penguatan ekonomi daerah. Pesan itu disampaikan saat menerima jajaran pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (3/6/2026).

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Dalam diskusi yang berlangsung, kedua pihak membahas peluang kerja sama untuk memperkuat peran perempuan dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, hingga pariwisata.

Andra Soni menilai IWAPI memiliki posisi strategis karena beranggotakan para pengusaha perempuan yang selama ini aktif menggerakkan roda perekonomian di berbagai daerah. Menurutnya, kontribusi perempuan dalam pembangunan harus semakin diperluas, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

“IWAPI memiliki pengalaman dan jaringan yang kuat. Pemerintah membutuhkan kolaborasi seperti ini agar program pemberdayaan ekonomi bisa lebih efektif menjangkau masyarakat,” kata Andra.

Ia juga mengaitkan peran perempuan dengan agenda nasional yang tengah mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM. Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan organisasi masyarakat dan komunitas usaha.

Selain isu ekonomi, Gubernur menyoroti pentingnya membangun kemandirian masyarakat dari lingkungan terkecil. Salah satunya melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk kegiatan produktif seperti bercocok tanam maupun budidaya pangan keluarga.

“Hal-hal sederhana sering kali dianggap sepele, padahal jika dilakukan secara konsisten bisa memberikan dampak besar terhadap ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Andra Soni juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musyawarah Daerah (Musda) II IWAPI Banten yang digelar pada Mei lalu. Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program-program yang berorientasi pada pemberdayaan perempuan.

Baca Juga :  Resmikan Pulau Lima Resort, Andra Soni klaim Banten Siap Dominasi Wisata Barat Jawa

Pemprov Banten, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi yang luas bagi IWAPI untuk terlibat dalam berbagai program pembangunan daerah, baik melalui sektor ekonomi, pendidikan kewirausahaan, maupun pengembangan masyarakat.

Sementara itu, Ketua IWAPI Banten periode 2026–2031, Renny Fonda, mengatakan kepengurusan baru akan fokus memperkuat peran perempuan dalam sektor ekonomi kreatif, pertanian, dan pariwisata.

Menurut Renny, IWAPI Banten telah menyiapkan sejumlah program yang akan dijalankan bersama berbagai kementerian dan pemerintah daerah. Salah satu fokusnya adalah pengembangan potensi wisata lokal melalui promosi digital dan pelatihan bagi pelaku usaha perempuan.

“Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga mampu menjadi penggerak promosi daerah dan pencipta peluang ekonomi baru,” ujarnya.

Renny juga mengungkapkan bahwa kepengurusan IWAPI periode 2026–2031 melibatkan perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota di Banten. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi organisasi hingga tingkat daerah serta memperluas jangkauan program pemberdayaan perempuan.

Menutup pertemuan, Andra Soni mengajak jajaran pengurus IWAPI melihat langsung area pekarangan rumah dinas yang dimanfaatkan untuk budidaya ayam petelur dan kolam ikan bioflok. Kunjungan itu menjadi simbol bahwa pemberdayaan ekonomi dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga sebelum berkembang menjadi gerakan yang lebih luas di masyarakat.

Tim Redaksi