Beranda Pemerintahan Pembangunan Tol Serang – Panimbang Ditargetkan Selesai 2021

Pembangunan Tol Serang – Panimbang Ditargetkan Selesai 2021

Kepala Tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Serang-Panimbang sektor III Kementerian PUPR, Ibrahim Hasan bertemu dengan Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban di Gedung Pendopo Bupati Pandeglang - ( foto Memed/BantenNews.co.id)

PANDEGLANG – Tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Serang-Panimbang sektor III Kementerian PUPR menargetkan pembangun jalan Tol Serang-Panimbang selesai pada 2021 mendatang.

Rencananya, pembangunan kontruksi jalan tol Serang-Panimbang untuk wilayah Pandeglang akan dikerjakan mulai Juli 2020 mendatang.

Hal itu terungkap saat Kepala Tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Serang-Panimbang sektor III Kementerian PUPR, Ibrahim Hasan bertemu dengan Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban di Gedung Pendopo Bupati Pandeglang.





Kata Ibrahim, saat ini masih ada beberapa kendala terkait lahan terutama terkait alas hak atas tanah. Katanya, di Kabupaten Pandeglang kebanyakan alas hak itu bukan sertifikat melainkan hanya Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT).

“Di Pandeglang kebanyakan SPPT bukan sertifikat jadi kami harus memastikan tidak terjadi salah bayar, meskipun mereka sudah lama tinggal disitu tapi kami berpegangan pada bukti tertulis bukan secara lisan,” katanya, Kamis (9/1/2020).

Berbeda dengan Kabupaten Serang dan Lebak yang ditarget selesai di akhir 2020, untuk wilayah Pandeglang pihaknya menargetkan di akhir tahun 2021 baru selesai.

“Hingga sampai saat ini progresnya sudah 73 persen, jadi memang Pandeglang paling terakhir, akan tetapi sesuai dengan rencana bulan juli mendatang pembangunan fisik jalan tol Serang-Panimbang akan dikerjakan, adapun masih adanya kendala saat ini akan segera kami selesaikan, tentunya dengan berkoodinasi dengan semua pihak,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban menegaskan, Pemerintah Daerah akan terus mendukung agar pembangunan tol Serang-Panimbang cepat terlaksana.

“Memang pembangunan tol ini problemnya sangat komplek terutama pembebasan lahan karena hal tersebut berkaitan dengan berbagai pihak, baik itu institusi, vertikal dan yang paling utama adalah masyarakat,” ujarnya.

(Med/Red)