Beranda Pemerintahan Pembangunan SDN Inpres Cikeusal Dimulai 2026, Utamakan Desain Aman dan Fleksibel

Pembangunan SDN Inpres Cikeusal Dimulai 2026, Utamakan Desain Aman dan Fleksibel

Aekretaris DPRKP/Perkim Kabupaten Serang, Muhammad Hanafi. (Iyus/bantennews)

KAB. SERANG — Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP/Perkim) Kabupaten Serang memastikan rencana pembangunan kembali SDN Inpres Cikeusal terdampak Tol Serang-Panimbang (Serpan) terus berjalan.

Saat ini, proses masih berada pada tahap perencanaan desain rinci atau Detail Engineering Design (DED) oleh WIKA Serang-Panimbang selaku pengelola Tol Serpan.

Sekretaris DPRKP/Perkim Kabupaten Serang, Muhammad Hanafi mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola Tol Serang-Panimbang untuk menyusun desain bangunan sekolah yang disesuaikan dengan kondisi lahan pengganti.

Ia menjelaskan, bentuk lahan yang tidak sepenuhnya simetris membuat desain harus dirancang khusus agar tetap aman dan nyaman bagi siswa.

“Untuk lahan penggantinya, disesuaikan dengan DED bangunan sekolah. Bentuk lahannya tidak kotak persis, jadi desainnya harus menyesuaikan agar ruang gerak siswa lebih aman dan fleksibel,” ujarnya.

Dalam prosesnya, desain DED disusun oleh pihak proyek jalan tol, namun tetap harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah daerah. Saat ini l, lanjut Hanafi, kedua pihak masih melakukan pembahasan terkait bentuk bangunan dan jumlah ruang yang akan dibangun.

“Desain dibuat oleh pihak tol, tetapi tetap disahkan oleh kami,” katanya.

Pembangunan sekolah ditargetkan dapat dimulai pada tahun 2026, dengan catatan DED sudah disahkan paling lambat pada Juni.

Jika target tersebut tercapai, maka pekerjaan fisik diperkirakan mulai berjalan pada Juli atau Agustus.

“Mereka berharap DED bisa disahkan paling telat bulan Juni. Jadi kemungkinan Juli atau Agustus sudah bisa mulai pembangunan,” jelasnya.

Meski sebelumnya diharapkan dapat digunakan pada awal tahun ajaran baru bulan Juli, pemerintah mengakui target tersebut sulit tercapai karena proses pengadaan baru selesai dilakukan.

Namun demikian, kata Hanafi, pihak pengembang tol berkomitmen menyelesaikan pembangunan dalam tahun yang sama.

Baca Juga :  Lagi, Guru Ngaji di Kabupaten Serang Cabuli Santriwati

“Yang penting bukan terburu-buru, tapi kualitas bangunan harus lebih baik dan fungsinya lebih lengkap dari sebelumnya,” tegasnya.

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar siswa masih akan menggunakan bangunan lama.

Adapun rencana pembangunan sekolah mencakup enam ruang kelas, satu ruang guru sekaligus kepala sekolah, serta satu ruang UKS. Pemerintah juga tengah mengusulkan penambahan ruang perpustakaan.

Lokasi sekolah baru dipastikan tidak jauh dari lokasi sebelumnya, hanya berjarak sekitar 200 meter.

Untuk nilai anggaran pembangunan, hingga kini belum dapat dipastikan karena masih menunggu finalisasi desain. Perhitungan anggaran nantinya akan disesuaikan dengan desain struktur bangunan serta harga satuan yang berlaku.

Pemerintah daerah dalam hal ini hanya berperan hingga tahap pengesahan DED, sementara pelaksanaan pembangunan sepenuhnya menjadi kewenangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari pihak tol.

Meski begitu, pemerintah memastikan proyek tersebut tidak akan molor hingga tahun 2027.

“Komitmennya sudah jelas, pembangunan ditargetkan selesai tahun ini,” pungkasnya.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah