Beranda Pemerintahan Pembangunan Rangka Kios Banten Lama Terkesan Asal-asalan

Pembangunan Rangka Kios Banten Lama Terkesan Asal-asalan

200
0
Awning di Terminal Sukadiri, Kawasan Banten Lama Ambruk. (Foto istimewa)
SERANG – Pembangunan awning atau rangka baja untuk kios pedagang di Terminal Sukadiri, Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang terkesan asal-asalan. Rangka baja tidak menggunakan siku dan tidak dilengkapi pondasi pada bagian tiang. Tidak heran meski baru saja dibangun, rangka baja sudah ambruk, Rabu (18/7/2018) kemarin.

Mengenai ambruknya awning ini, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi Banten,  M Yanuar mengakui konstruksi bangunan tidak kokoh. Tiang kios hanya dipasang menggunakan paku bor di atas aspal yang belum keras.

“Itu kan baru diaspal baru tiga hari jadi kan masih lunak, paku bornya kurang bagus. Pada saat ada sentuhan sedikit kedorong jadi aspal yang pada lepas,” kata Yanuar melalui sambungan telpon, Kamis (19/7/2018).

Selain itu, Yanuar meminta agar pemasangan rangka bangunan harus menggunakan siku-siku pada rangka baja. Pihaknya meminta agar pekerjaan tersebut segera diselesaikan.

Loading...


loading...

Rawan Dijual dan Disewakan 

Ditambahkan Yanuar bahwa pihaknya menyiapkan 500 unit toko sementara untuk pedagang di kawasan Banten Lama. Namun data jumlah pedagang kaki lima (PKL) terus bertambah dari 425 hingga membeludak sebanyak 750 pedagang.

“Biasalah ada yang anaknya lah, adiknya lah, bapaknya lah, padahal kan mestinya satu (keuarga) satu saja,” kata dia.

Pihaknya mengaku akan mengkroscek data usulan pedagang yang ada di Banten Lama. Selain untuk memvalidasi data juga untuk menghindari praktik percaloan dalam penyediaan tempat berdagang.

“Padahal data kita dari Indagkop Kota Serang. Cuma daripada ribut kan ya sudah lah. Daripada disalahgunakan untuk dijual atau disewakan,” kata Yanuar.

Selanjutnya, Kepala Dinas Perdaginkop UKM Kota Serang, Ahmad Benbela mengatakan bahwa lokasi pedagang tersebut hanya bersifat sementara selagi proses Kawasan Penunjang Wisata (KPW) masih dibangun.

Lokasi sementara itu rencananya menampung pedagang yang berjualan di plasa dekat Masjid Agung Banten Lama, pedagang di samping area Surosowan (blok sawo) dan pedagang di sepanjang kanal Jembatan Rante. “Tapi itu pun sifatnya sementara. Jumlah persisnya ada 512 unit,” kata Benbela.

Jika pemasangan instalasi listrik, air, jalan utama dan jalan lingkungan kios di Kawasan Penunjang Wisata (KPW) maka akhir tahun pedagang akan direlokasi ke KPW. “Di KPW itu sifatnya permanen,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemindahan pedagang ke KPW ditarget akhir tahun 2018. “Tidak ada alasan harus selesai karena lelang kan saat ini sudah berlangsung dan sudah ada pemenangnya. Akhir tahun sudah dipindah,” tandasnya. (you/red)