PANDEGLANG – Pengguna jalan yang melintas dari arah Pandeglang menuju Labuan dan sebaliknya mengeluhkan kemacetan akibat pembangunan Jembatan Cirokoy yang berada di Jalan Cipacung-Mengger tepatnya di Desa Sukasari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.
Proyek pembangunan jembatan dengan nilai sebesar Rp3.985.268.000 yang bersumber dari APBN dikerjakan oleh PT Bangun Cipta Azima Mandiri, selaku kontraktor pelaksana dengan tenggat waktu selama 150 hari kalender dari akhir bulan Juli sampai November 2025, dinilai lambat.
Seorang pengguna sepeda motor, Imron mengaku, setiap hari dirinya melintasi jembatan yang sedang dibangun karena harus mengantar jemput saudaranya dari Bojong menuju Pandeglang. Dirinya mengeluhkan kemacetan yang terjadi akibat adanya pembangunan jembatan tersebut.
Meski menggunakan sepeda motor dirinya harus tetap mengantre dengan penggunaan jalan lain karena menggunakan sistem buka tutup jalan. Alhasil, para pengguna jalan harus setiap hari mengalami macet.
“Setiap hari lewat, dari Kecamatan Bojong ke Pandeglang antar jemput soalnya. Biar bisa nyalip tetap aja macet pak, biasanya waktu tempuh sekitar 45 menit sekarang bisa 1 jam bahkan lebih karena kena macet juga,” katanya saat melintas, Kamis (18/9/2025).
Menurut Imron, proyek pembangunan jembatan Cirokoy terbilang lambat karena sudah hampir 3 bulan namun pekerjaan tersebut belum juga rampung diselesaikan.
Oleh karena itu, dirinya berharap pembangunan jembatan ini cepat selesai karena tidak ingin terus terjebak macet setiap harinya.
“Menurut saya cukup lambat soalnya belum beres aja. Pengennya cepet beres biar ga macet terus tiap hari, apalagi kalau Sabtu dan Minggu macetnya parah banget,” ungkapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan seorang pengemudi mobil Asep. Kata dia, dirinya harus rela berjam-jam agar bisa melintasi jembatan yang sedang dibangun ini.
“Saya sudah 1 jam belum bisa lewat ini, ya paling bisa jalan merayap abis itu berhenti lagi. Kalau hari Sabtu dan Minggu makin parah lagi bisa sampai 2 jam kena macet,” ucapnya.
Penulis : Memed
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
