SERANG– Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) berkapasitas 200 megawatt akan diibangun di jalur pesisir dari batas Taman Nasional Ujung Kulon hingga Pelabuhan Ratu. Proyek energi baru terbarukan tersebut diklaim sudah mendapatkan dukungan dari pihak investor.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten, Ari James Faraddy mengatakan sudah ada dua perusahaan yang akan menjadi investor. Dia tidak menyebut dari mana perusahaan tersebut, namun salah satunya sudah mulai melakukan penelitian.
“Salah-satunya sudah menyimpan alat untuk memonitoring berapa ketinggiannya, berapa kecepatannya, dan sekarang sedang dilakukan penelitian karena tenaga bayu ini kan tidak sembarang,” kata Ari, Jumat (5/12/2025).
PLTB itu akan mendukung pengurangan emisi karbon dan transisi menuju energi berih yang dicanangkan pemerintah pusat. Ari menuturkan dirinya belum bisa menyebutkan jumlah dana yang diperlukan untuk proyek tersebut.
Investor yang sudah melakukan penelitian, kata dia saat ini sudah memasang alat pemantau untuk mengukur kecepatan dan menentukan ketinggian ideal agar baling-baling turbin bisa berputar secara konstan.
Waktu yang dibutuhkan untuk penelitian itu kata Ari tidaklah singkat. Perlu minimal satu tahun untuk memastikan lokasi yang ditentukan apakah bisa sesuai atau tidak.
“Harus tahu ketinggiannya berapa meter, kecepatan anginnya berapa. Jadi harus diteliti dengan baik dan benar jangan sampai kita bikin PLTB di sini keitinggian 10 meter ternyata angin yang konstannya 12 meter, (nanti) salah lagi (padahal) pembangunan udah mahal,” ujarnya.
Ari mengaku belum bisa secara pasti menyebut kapan proyek tersebut rampung karena masih menunggu studi kelayakan dan detail engineering design (DED).
“Ya, kami harap sebelum tahun 2034 sesuai dengan rencana umum penyediaan tenaga listrik PT PLN,” ucapnya.
Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Tb Ahmad Fauzi
