Beranda Bisnis Pelaku UMKM Diminta Hasilkan Produk yang Miliki Ciri Khas CIlegon

Pelaku UMKM Diminta Hasilkan Produk yang Miliki Ciri Khas CIlegon

Kegiatan Seminar Peran Koperasi Perempuan sebagai Wadah UMKM Bertahan di Era Pandemi

CILEGON – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menekankan agar produk yang diproduksi memiliki ciri khas Kota CIlegon.

“Saya menekankan untuk produk-produk UMKM harus memiliki ciri khas Kota Cilegon yang dimana produk ini bisa dikenal secara nasional dan membawa nama Kota Cilegon,” ujarnya, dalam kegiatan Seminar Peran Koperasi Perempuan sebagai Wadah UMKM Bertahan di Era Pandemi di Gedung Pertemuan PT. Krakatau Tirta Industri, Jumat (29/10/2021).

Helldy juga mengapresiasi UMKM yang didirikan ibu-ibu rumah tangga di wilayah Kota Cilegon. “Saya sangat mengapresiasi sekali UMKM yang didirikan ibu – ibu rumah tangga, yang produknya sangat menjual sekali, dan berharap UMKM Cilegon dapat berkembang dan produknya bisa kompetitif,” tuturnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMK Kota Cilegon, Rasmi Widyanti menyampaikan pengadaan barang dan jasa di Pemerintah, BUMN dan Industri 40% harus dikerjakan UMKM dan Koperasi.

“Kita harus membuat koperasi berdaya, UMKM berdaya untuk bekerja sama dengan minimarket, Dinas Koperasi dan UMK akan mempermudah dalam perizinan dan juga mutu produk harus ditingkatkan sehingga UMKM Kota Cilegon dapat berkembang, nantinya juga pengadaan di Pemerintah, BUMN dan Industri, 40% nya harus dikerjakan UMKM dan Koperasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PIWKU, Laura Irawati menjelaskan dirinya akan melakukan kerjasama dimana melibatkan Pemerintah, Industri, Perguruan Tinggi dan komunitas UMKM.

“Dengan dilakukannya kerjasama pihak Pemerintah dan Industri  dapat menciptakan peluang pada Koperasi dan UMKM, Koperasi yang isinya adalah para UMKM dan perempuan di mana UMKM yang rata-rata ibu rumah tangga, dengan adanya Koperasi mereka bersama lebih bisa bergotong-royong saling membantu tidak hanya bagaimana memarketingkan menjual produknya,” jelasnya.

“Bersama-sama kita buat sebuah usaha yang bisa dipakai di pengadaan barang jasa pemerintah yang contohnya seperti catering, kemudian pengadaan baju dan segala macam yang sebenarnya itu dapat diakses UMKM dan Koperasi,” sambungnya.

(Man/Red)