Beranda Hukum Pelaku Penusukan Anggota Polisi Gangguan Kejiwaan, Kapolres: Tetap Kita Lakukan Penyelidikan

Pelaku Penusukan Anggota Polisi Gangguan Kejiwaan, Kapolres: Tetap Kita Lakukan Penyelidikan

232
0
Jajaran Polres Pandeglang menjenguk Brigadir Toama Sugara korban penusukan - foto istimewa

PANDEGLANG – Kapolres Pandeglang AKBP Indra L Amstono mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan sementara dengan mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga Daman (34) pelaku penusukan terhadap anggota Polsek Mandalawangi bernama Brigadir Taoma Sugara.

“Dari hasil keterangan dan analisa sementara bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan sejak 2014 lalu. Dalam masa pengobatan atau berobat jalan dari seorang dokter di Puskesmas Mandalawangi,” terangnya, Sabtu (8/6/2019).

Kendati demikian, pihaknya akan melakukan upaya penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan informasi yang dapat membantu dalam prosesnya.

“Kami tetap melakukan penyelidikan dan masih mendalami motif lain si pelaku. Pelaku merupakan warga Cikoneng Mandalawangi,” terangnya.

Sebelumnya, seorang anggota Polri bernama Brigadir Toama Sugara diserang oleh pelaku bernama Daman saat melakukan pengamanan jalur wisata pantai Carita. Usai melukai anggota Polisi dengan sebuah pisau dapur, pelaku melarikan diri serta sempat terjadi pengejaran dan kemudian kaki pelaku dilumpuhkan karena tidak mengindahkan peringatan petugas.

Peristiwa tersebut terjadi di pertigaan Kadu Maria, Cikoneng,Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang-Banten sekitar pukul 14.30 WIB, Jumat (7/6/2019).

“Brigadir Polisi Toma Sugara anggota Polsek Mandalawangi ,” kata Kabidhumas Polda Banten AKBP Edy Sumardi.

AKBP Edy Sumardi mengungkapkan bahwa saat kejadian, Brigadir Polisi Taoma Sugara sedang melaksanakan pengaturan lalu lintas tiba-tiba diserang oleh pelaku berinisial Daman (34) dengan menggunakan pisau kecil dan melukai sekitar pipi sebelah kanan korban.

Setelah melukai korban, Daman yang diduga mengalami gangguan mental itu melarikan diri. Dalam keadaan terluka, Taoma mengejar pelaku dan terpaksa melumpuhkannya karena tidak mengindahkan peringatan yang diberikan petugas.

“Ada indikasi bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Hal ini berdasarkan dari keterangan keluarga dan pihak Puskesmas Mandalawangi,” ungkapnya. (You/Red)