
TANGERANG – Sebanyak 88 pelajar dari 15 SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) di Kota Tangerang mengikuti Konferensi Siswa-Siswi Tangerang Raya (KONSSIST) 2026 yang digelar Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK) SMA Negeri 1 Kota Tangerang di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Sabtu (4/7/2026).
Konferensi yang mengusung tema “Stepping Outside the Comfort Zone: Where Comfort Ends and Greatness Begins” itu menjadi wadah bagi para pelajar untuk berdiskusi, membangun jejaring, sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis melalui berbagai kegiatan interaktif.
Salah satu agenda yang menyita perhatian peserta adalah sesi talkshow bersama aktris, produser, sekaligus pengusaha muda Prilly Latuconsina. Dalam paparannya, Prilly menceritakan perjalanan kariernya yang dimulai dari keberanian mengambil keputusan di luar zona nyaman hingga akhirnya mampu mengembangkan diri di berbagai bidang.
Menurut Prilly, keberanian mencoba sesuatu yang baru menjadi salah satu faktor yang membuka banyak peluang dalam hidup. Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak menjadikan media sosial sebagai tolok ukur pencapaian diri.
“Senang sekali ini pertama kalinya aku hadir di KONSSIST. Aku berbagi pengalaman tentang bagaimana dulu berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru yang belum pernah aku lakukan,” ujar Prilly di hadapan peserta.
Ia mengatakan, banyak kesempatan datang justru ketika seseorang berani mengambil langkah yang belum pernah dicoba sebelumnya.
“Ternyata, dari keberanian itu banyak kesempatan yang datang. Jadi jangan takut memulai, karena kita tidak pernah tahu peluang apa yang sedang menunggu di depan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Kota Tangerang, Dini Febriyasiana Andriyani, menilai kegiatan seperti KONSSIST memberikan pengalaman belajar yang tidak diperoleh di dalam ruang kelas.
Menurutnya, konferensi tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, membangun kerja sama, hingga memperluas relasi antarpelajar dari berbagai sekolah.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena siswa tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, memperluas jaringan pertemanan, dan membiasakan diri berinteraksi secara langsung di tengah tingginya penggunaan gawai saat ini,” ungkap Dini.
Ketua Pelaksana KONSSIST 2026, Kanesha Syahquita, menjelaskan tema tahun ini dipilih berdasarkan kondisi yang banyak ditemui di kalangan pelajar. Menurutnya, tidak sedikit siswa memiliki keinginan untuk berkembang, namun masih ragu mengambil langkah pertama.
Melalui konferensi tersebut, panitia ingin menghadirkan ruang yang dapat memberikan motivasi sekaligus pengalaman nyata agar peserta lebih percaya diri menghadapi tantangan baru.
“Kami melihat banyak pelajar ingin mengeksplorasi hal-hal baru, tetapi masih ragu untuk memulai. Lewat KONSSIST 2026, kami ingin memberikan motivasi, wawasan, dan sudut pandang baru agar mereka berani keluar dari zona nyaman dan menjadi versi terbaik dari diri mereka,” ujar Kanesha.
Ia menambahkan, KONSSIST 2026 dikemas dalam berbagai aktivitas interaktif, mulai dari seminar, talkshow, drama musikal, monolog, diskusi kelompok, permainan edukatif, hingga sesi networking. Seluruh peserta juga diajak menyelesaikan sejumlah studi kasus secara berkelompok sebagai latihan berpikir kritis, berkolaborasi, dan memecahkan masalah.
Konsep kegiatan tahun ini turut mengadopsi inspirasi dari film Monster University. Seluruh peserta dibagi ke dalam beberapa faksi yang menggunakan nama karakter berbeda sebagai bagian dari simulasi kolaborasi dan penyelesaian tantangan selama konferensi berlangsung.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, penyelenggara berharap KONSSIST tidak hanya menjadi forum pertemuan antarpelajar, tetapi juga ruang untuk membangun keberanian, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia pendidikan.
Tim Redaksi