Beranda Sosial dan Budaya Pedagang Hewan Kurban Marak di Pandeglang

Pedagang Hewan Kurban Marak di Pandeglang

86
0
Mulyadi, salah satu pedagang hewan kurban di Pandeglang. (Memed/bantennews)

PANDEGLANG РJelang Idul Adha, pedagang hewan kurban mulai memajang jualannya di sekitaran jalan protokol, salah satunya di Jalam AMD  Lintas Timur KM2 Kadubanen, Kampung Kadubanen, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang.

Mulyadi, penjual hewan kurban, mengatakan, setiap tahunnya ia menyediakan 400 ekor sapi buat persiapan Idup Adha. Setiap hari Mulyadi mampu menjual sapi antara 5-10 ekor dengan harga mulai Rp14 juta sampai Rp23 juta per ekor. Sapi yang dijual berjenis sapi kulang, sapi bali dan limosin.

“Alhamdulillah kami siapkan 400 ekor. Sekarang sisa 150 ekor lagi cuman masih ada waktu 14 hari lagi,” beber Mulyadi saat ditemui di lapak dagangannya, Sabtu (11/8/2018).

loading...

Menurutnya, pembeli biasanya mulai ramai 2 minggu sebelum Idul Adha. Selain menyediakan hewan kurban untuk wilayah Pandeglang, Mulyadi juga mengaku menjual dagangannya hingga Jabodetabek dengan dibebaskan biaya pengiriman.

“Tergantung, biasanya setelah lebaran paling 20 ekor, biasanya ramenya seminggu sebelum Idul Adha. Untuk pengiriman Jabodetabek kami tidak kena biaya (ongkos kirim), pembeli dari jauh berani datang ke sini karena tidak ada biaya ongkos,” katanya.

Bagi pembeli yang hendak memilih sapi untuk dijadikan kurban, Mulyadi menyarakan agar memilih sapi yang benar-benar sehat. Ciri-cirinya bisa dilihat dari fisik seperti bulu sapi yang mengkilap dan tidak cacat.

“Kelihatan dari bulunya mengkilap tidak merinding, kalau merinding berarti tidak masalah kadang sakit perut. Jadi dari fisiknya saja kalau kurang sehat loyo, kalau sapi cacat kami tidak jual buat kurban tapi buat potongan (pedaging), untuk umur kami juga kalau belum cukup umur gak berani kami jual,” sarannya. (Med/Red)