Beranda Peristiwa Pedagang Dompet Emas Meninggal Mendadak di Pasar Rau Kota Serang

Pedagang Dompet Emas Meninggal Mendadak di Pasar Rau Kota Serang

Seorang pedagang dompet penyimpanan emas meninggal dunia secara mendadak di Pasar Rau, Kota Serang. (Rasyid/BantenNews.co.id)

SERANG – Seorang pedagang dompet penyimpanan emas berinisial IK (71) meninggal dunia secara mendadak saat berjualan di kawasan Pasar Rau Trade Centre, Kota Serang, Sabtu (21/2/2026).

Kapolsek Serang AKP Hery Wiyono membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, kejadian terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di depan Toko Intan Kosmetik, Blok A5 Nomor 10, Kelurahan Cimuncang, Kota Serang.

“Laporan yang kami terima, ada seorang pedagang yang diduga meninggal dunia secara mendadak saat berjualan dompet penyimpanan emas,” ujar Hery.

Korban diketahui merupakan warga Perumahan Banten Bumi Pasir Limus, Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang. Sehari-hari, IK berjualan dompet penyimpanan emas di sekitar toko-toko emas di Pasar Rau.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Serang IPDA Nuryanto menjelaskan, sebelum kejadian korban masih beraktivitas seperti biasa. Sekitar pukul 12.00 WIB, IK terlihat berjualan di lokasi tersebut. Namun, sekitar setengah jam kemudian, korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Polisi kemudian memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi, di antaranya Achin alias Liu Sem Chon (51) selaku pemilik Toko Intan Kosmetik, Satriad (41), serta Selamet Riyanto, yang sempat berupaya memberikan pertolongan kepada korban.

“Saat dicek, korban sudah tidak bernapas. Saksi kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas keamanan Pasar Rau,” kata Nuryanto.

Laporan tersebut diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Polsek Serang dan Puskesmas Rau. Tidak lama berselang, tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten bersama personel Satreskrim Polresta Serang Kota tiba di lokasi.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab, cara, serta waktu kematian secara ilmiah.

Berdasarkan keterangan awal para saksi, korban diduga memiliki riwayat gejala stroke. Hal tersebut dibenarkan oleh Selamet Riyanto, yang sehari-hari bekerja sebagai ojek dan biasa mengantar-jemput korban.

Baca Juga :  Polisi Akan Gelar Perkara Laporan Awal Soal Pembacokan Berujung Pengeroyokan Maut di Kasemen

Polisi memastikan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun di lokasi kejadian.

Penulis: Rasyid
Editor: Usman Temposo