SERANG — Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Banten, Ade Sumardi, mendesak Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah untuk segera mengakhiri konflik yang mencuat ke publik. Ia mengibaratkan hubungan keduanya seperti suami istri yang tengah berselisih.
“Bupati dan wakil itu seperti suami istri. Kalau mereka bertengkar, rakyat yang jadi korban,” tegas Ade, Selasa (31/3/2026).
Ade mengaku telah menginstruksikan Ketua DPC PDIP Kabupaten Lebak untuk segera menghubungi Hasbi dan Amir. Ia ingin partainya turun tangan sebagai penengah agar konflik tidak berlarut-larut.
Menurutnya, jabatan Bupati dan Wakil Bupati merupakan amanah rakyat, bukan milik pribadi. Karena itu, konflik personal tidak boleh mengganggu jalannya pemerintahan.
“Jabatan itu milik rakyat. Mereka harus fokus bekerja dan menepati janji politik,” ujarnya.
Ade juga menekankan pentingnya soliditas dalam kepemimpinan daerah. Tanpa kekompakan, kata dia, pembangunan akan terhambat.
“Rakyat butuh hasil. Tanpa soliditas, pembangunan tidak akan berjalan,” katanya.
Ia mengaku tidak mendalami akar konflik yang terjadi. Namun demikian, Ade menegaskan kedua pemimpin tersebut harus menahan ego dan segera berdamai demi kepentingan masyarakat.
“Tidak bisa masing-masing merasa paling benar. Mereka dipilih rakyat, harapan masyarakat ada di mereka berdua,” tegasnya.
Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Tb Moch. Ibnu Rushd
